Share

Jokowi: Kekerasan Bersenjata Rugikan Perekonomian Global

Hendra Kusuma, Okezone · Jum'at 27 Mei 2016 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 27 18 1399311 jokowi-kekerasan-bersenjata-rugikan-perekonomian-global-rjeCn5zKa7.png Presiden Joko Widodo. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menjadi pembicara utama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 Outreach Sesi I dengan topik pembahasan 'Stabilitas dan Kesejahteraan di Asia'.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengangkat isu kekerasan bersenjata yang telah merugikan perekonomian global dalam skala sangat besar. "Tahun 2014, kerugian global akibat kekerasan bersenjata mencapai USD14,3 triliun atau 13,4 persen dari PDB Dunia," ucap Presiden.

Padahal kawasan Asia Pasifik adalah kawasan yang tergolong paling aman dibandingkan kawasan lainnya. Oleh karena itu, tidaklah heran jika kawasan Asia pada tahun 2016-2017 diperkirakan memiliki pertumbuhan ekonomi relatif lebih baik, yakni sekira 5,3 persen dibanding rata-rata dunia sebesar 3,2 persen.

"Pada tahun 2015, ekonomi Indonesia di kuartal terakhir tumbuh 5,04 persen," ucap Presiden Joko Widodo seperti yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Namun begitu, semua masih ada harapan untuk diubah menjadi lebih baik. Menurutnya, dunia juga memahami bahwa potensi Asia untuk berkembang masih besar. Terlihat dari proyeksi Asian Century 2050, Asia akan menghasilkan PDB USD 174 triliun atau 52 persen PDB dunia. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia, kata Presiden yakin dapat mengambil bagian dari Asian Century.

"Saat ini lebih dari 50 persen penduduk Indonesia berusia dibawah 29 tahun. Indonesia juga dikaruniai kekayaan dan sumber energi yang cukup," kata Presiden.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini