Share

Dalam KTT G7, Indonesia Minta Potensi Konflik Asia Diredam

Hendra Kusuma, Okezone · Jum'at 27 Mei 2016 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 27 18 1399371 dalam-ktt-g7-indonesia-minta-potensi-konflik-asia-diredam-9IwIosraXs.jpg Presiden Jokowi. (Foto: AFP)

SHIMA – Presiden Joko Widodo menilai, perdamaian dan stabilitas adalah hal yang harus diciptakan dan dijaga. Oleh karena itu, negara-negara Asia harus dengan penuh kesadaran menciptakan perdamaian dan stabilitas. Presiden menilai bahwa segala potensi konflik yang tinggi di Asia, seperti Laut China Selatan dan Semenanjung Korea, harus dapat dikelola dengan baik.

Dalam konteks ini, Presiden Jokowi menekankan agar penyelesaian secara damai harus selalu menjadi pilihan utama. Presiden Jokowi berpendapat bahwa sudah waktunya dunia paham mengenai pentingnya penyelesaian masalah tanpa menciptakan masalah yang lebih besar.

"Sudah waktunya penyelesaian militer atau penggunaan kekerasan justru akan menumbuhkan kekerasan lainnya, seperti ekstremis dan bahkan krisis kemanusiaan," ucap mantan Wali Kota Solo tersebut saat menjadi pembicara utama di KTT G7 Outreach sesi I, di Jepang, Jumat (27/5/2016).

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi menekankan bahwa Indonesia tidak menginginkan Asia menjadi kawasan yang penuh konflik dan menjadi ajang power projection negara-negara besar.

"Indonesia juga ingin menekankan bahwa semua negara, saya ulangi, semua negara tanpa terkecuali, harus menghormati hukum internasional," tegasnya.

Tanpa penghormatan terhadap hukum internasional, Presiden Joko Widodo berpendapat, perdamaian dan stabilitas tidak akan dapat tercipta. Menurutnya, dunia sudah tidak berjalan secara bipolar dan sudah muncul banyak negara (emerging countries) yang memiliki potensi dan telah terbukti mampu berkontribusi banyak terhadap dunia.

Oleh karena itu, Presiden mengusulkan agar dunia harus ditata dengan melibatkan emerging countries. "Indonesia siap menjadi motor terciptanya Asia dan dunia yang damai dan sejahtera," cetus orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut.

Pertemuan ini berlangsung di Shima Kanko Hotel the Classic, Shima, Jepang, pada Jumat 27 Mei 2016, pagi waktu setempat. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, bertindak sebagai moderator dalam acara ini dan Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini