Kenang 10 Tahun, Warga Salat Subuh Berjamaah di Pusat Gempa Yogyakarta

Markus Yuwono, Sindoradio · Jum'at 27 Mei 2016 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 27 510 1399117 kenang-10-tahun-warga-salat-subuh-berjamaah-di-pusat-gempa-yogyakarta-LWSe1sWBkg.jpg foto: Markus Yuwono/Sindo Radio

YOGYAKARTA - Untuk mengenang 10 tahun gempa bumi di Yogyakarta, ratusan warga menggelar Salat Subuh berjamaah di sekitar pusat gempa di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, pagi tadi.

Tangis haru langsung pecah usai salat, kala warga mengenang gempa yang terjadi 2006 lalu. Sujiyem, seorang warga, tidak henti-hentinya menyeka air mata setelah mengikuti salat subuh.

"Saya jadi ingat kejadian saat rumah saya ambruk," katanya ditemui wartawan usai Salat Subuh berjamaah, Jumat (27/5/2016).

Sujiyem mengaku, gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Ritcher pada 2006, membuatnya banyak belajar untuk meningkatkan kewaspadaan. "Saya semakin sadar jika manusia itu harus bertobat," ucapnya.

Sementara itu, peringatan 10 tahun gempa bumi Yogyakarta di sekitar pusat gempa, turut dihadiri Bupati Bantul, Suharsono, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, dan sejumlah pejabat dari BMKG maupun BPBD DIY.

Suharsono mengaku sengaja datang lebih awal untuk ikut merefleksikan peristiwa yang menyebabkan sekitar 4.000 warga Bantul tewas tersebut. Dia datang untuk ikut mendoakan para korban.

"Ini merupakan refleksi atas kejadian alam yang terjadi 10 tahun silam. Dari sini, banyak belajar tentang mitigasi, kewaspadaan dan juga saling bergotong royong," katanya.

Suharsono sebelumnya meresmikan Monumen Peringatan 10 Tahun Gempa di Dusun Potrobayan, Desa Srihardono pada Kamis malam. Monumen ini dibangun di dekat titik pusat (episentrum) gempa yang berupa tempuran Kali Oya dan Opak.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini