nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Sedikit Alumni Ponpes Lulus SNMPTN 2016

ant, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2016 19:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 27 65 1399571 masih-sedikit-alumni-ponpes-lulus-snmptn-2016-JgiRaDa9aA.jpg Ilustrasi: Shutterstock

MATARAM - Alumni pondok pesantren yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 relatif rendah. Di Universitas Mataram (Unram), misalnya, hanya sekira satu persen dari kuota 3.500 mahasiswa baru yang berasal dari pesantren. Padahal, jumlah pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat (NTB), relatif banyak.

Rektor Universitas Mataram Prof Sunarpi mencontohkan, dari Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, Kabupaten Lombok Barat, hanya dua alumni yang lulus SNMPTN di Unram. Demikian juga dengan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Kabupaten Lombok Tengah, yang hanya meluluskan satu alumninya ke jalur undangan tersebut.

"Padahal, dua pondok pesantren di bawah Kementerian Agama itu tergolong besar," ujar Sunarpi, seperti dilansir Antara, Jumat (27/5/2016).

Berbeda halnya dengan madrasah aliyah negeri (MAN), kata Sunarpi, alumninya relatif banyak yang bisa lulus seleksi SNMPTN. Bahkan, ada juga lulusan MAN yang diterima di Fakultas Kedokteran Unram.

"Kalau MAN relatif mampu bersaing dengan sekolah-sekolah negeri yang sudah terakreditasi," ujarnya.

Menurut Sunarpi, relatif rendahnya alumni pondok pesantren yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN disebabkan perubahan pola penerimaan SNMPTN pada 2016. Calon mahasiswa baru jalur SNMPTN 2016 yang diterima prioritasnya adalah dari sekolah atau madrasah yang sudah terakreditasi.

"Komposisinya adalah akreditasi A sebesar 75 persen dari kuota, akreditasi B 50 persen dan akreditasi C sebesar 35 persen," tutur Sunarpi.

Pada saat pengolahan data calon mahasiswa yang masuk jalur SNMPTN 2016, panitia nasional melakukan pemeringkatan sekolah/madrasah. Pada proses ini, calon mahasiswa dari pondok pesantren yang tidak terakreditasi otomatis gugur, meskipun nilai rapornya bagus.

"Berbeda dengan pola penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN pada 2015 yang boleh diikuti semua sekolah/madrasah tanpa mempertimbangkan akreditasi sekolah dan tidak dilakukan pemeringkatan sekolah/madrasah," ucap Sunarpi.

Dia mengatakan, alumni pondok pesantren yang ingin masuk perguruan tinggi negeri masih memiliki kesempatan melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur seleksi mandiri.

SBMPTN akan digelar pada 31 Mei 2016, sedangkan penerimaan mahasiswa baru Unram melalui jalur seleksi mandiri akan dilaksanakan setelah pengumuman hasil SBMPTN.

Unram menerima 3.500 mahasiswa baru pada 2016. Mereka diteruima melalui jalur SNMPTN (40 persen), SBMPTN (30 persen), dan jalur seleksi mandiri (20 persen).

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini