Ungkap Kasus Pengeroyokan Suporter, Polres Sleman Periksa 20 Saksi

Agregasi Harian Jogja, · Senin 30 Mei 2016 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 30 510 1401068 ungkap-kasus-pengeroyokan-suporter-polres-sleman-periksa-20-saksi-zr63qSkR7l.jpg Ilustrasi

SLEMAN – Polres Sleman telah memeriksa 20 orang saksi dalam kasus bentrok suporter dengan warga di kawasan Jalan Magelang, Triharjo, Sleman, beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Sepuh Siregar mengatakan, pihaknya bersikap hati-hati dan tidak ceroboh untuk mengungkap kasus tersebut. Oleh karena itu, ia meminta waktu kepada masyarakat untuk mengungkap dan menangkap pelaku yang menewaskan satu orang tersebut.

Sepuh menambahkan, ke-20 saksi yang telah menjalani pemeriksaan, berasal dari berbagai kalangan, baik dari pihak suporter yang ada di wilayah Sleman, suporter yang melintas pada saat kejadian dan masyarakat yang melihat kejadian.

“Jelas semua kami periksa, ada masyarakat umum juga yang sekiranya melihat peristiwa itu, banyak. Termasuk pihak yang suporter dari Kota Jogja yang melintas melalui Sleman itu, kami mintai keterangan, siapa saja yang ikut untuk menonton bola di Semarang itu,” kata Sepuh, seperti dikutip dari Harian Jogja, Senin (30/5/2016).

Ia mengakui, dari hasil penyelidikan tersebut, terduga pelaku sebenarnya sudah mengerucut. Meski enggan menyebutkan identitasnya, namun Sepuh memastikan bahwa pelaku penganiayaan lebih dari satu orang.

“Karena sifatnya pengeroyokan, jelas pelakunya lebih dari satu orang,” tegas dia.

Meski belum berhasil membekuk pelakunya, namun Sepuh berjanji dalam waktu dekat ini pelaku akan segera tertangkap.

Sebelumnya, seorang remaja bernama Stanislaus Gandhang Deswara (16), tewas usai dikeroyok oknum kelompok suporter. Remaja asal Wonogiri, Jawa Tengah yang kos di daerah Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman ini tewas setelah mengalami luka bacok di bagian kepala.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal ketika rombongan suporter PSIM Yogyakarta usai menyaksikan pertandingan tim kebanggaannya di Semarang, hendak pulang kembali ke Kota Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi Minggu 22 Mei 2016, dini hari.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini