nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlalu Vulgar, Acara Car Wash Dance Diprotes

ant, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2016 16:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 05 31 340 1402481 terlalu-vulgar-acara-car-wash-dance-diprotes-p2IPDsT1kG.jpg Ilustrasi (dok.Okezone)

MATARAM - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kecewa dan memprotes kegiatan "car wash dance" yang dilaksanakan di Lombok Epicentrum Mal pada Minggu 29 Mei 2016 karena dinilai vulgar dan sensual.

"Kita sangat kecewa dan protes kepada penanggung jawab Lombok Epicentrum Mall (LEM) yang mengizinkan kegiatan vulgar dan sensual dilaksanakan di kota ini, apalagi di tempat terbuka," kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa (1/5/2016).

Pada Minggu 29 Mei 2016, sebuah kegiatan bertajuk "car wash dance" dilaksanakan tepat di halaman depan LEM Jalan Sriwijaya. Sejumlah perempuan mencuci mobil dengan menggunakan pakaian seksi sambil menari sensual sehingga dinilai tidak sejalan dengan moto Kota Mataram yang maju religius dan berbudaya.

Bahkan, aksi perempuan-perempuan seksi tersebut ditonton secara terbuka oleh semua pengunjung mal yang berasal dari semua kalangan termasuk anak-anak, karenanya berbagai protes terus mengalir terhadap kegiatan itu.

Wakil wali kota yang mendapat laporan terkait kegiatan tersebut, pada hari yang sama langsung menegur dan memprotes pihak LEM serta event organizer (EO) penyelenggara sehingga kegiatan itu akhirnya dihentikan oleh pihak LEM.

"Pengelola LEM pun sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada pemerintah kota," katanya.

Mohan begitu wakil wali kota akrab disapa mengatakan, ini bukan hanya karena moto religius Kota Mataram, melainkan lebih kepada tanggung jawab sosial dan moral sehingga kegiatan tersebut harus dihentikan.

Karena itu, katanya, untuk menghindari adanya kegiatan-kegiatan serupa, mulai saat ini setiap kegiatan yang akan dilaksanakan di LEM maupun harus mendapatkan izin dari pemerintah kota.

Dengan demikian, pemerintah kota setidaknya bisa mengetahui kegiatan apa yang akan dilaksanakan di LEM, dan pemerintah kota tentu akan selektif mengeluarkan izin penyelenggaraan.

"Prinsipnya kita tidak akan memberikan ruang adanya aktivitas vulgar dan sensual di kota ini," katanya.

Apalagi, setelah kegiataan "car wah dance" tersebut, banyak warga yang komplain dan protes kepada pemerintah kota.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini