Tolak Politisasi Kampus, Mahasiswa Bakar Kalender Anak Atut

Iqbal Multatuli, Okezone · Rabu 01 Juni 2016 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 01 340 1403582 tolak-politisasi-kampus-mahasiswa-bakar-kalender-anak-atut-CUJVwZa1Xw.jpg foto: Iqbal Multatuli/Okezone

SERANG - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Bangsa Kota Serang melakukan aksi sweeping ke seluruh kelas mengajak mahasiswa lain berunjuk rasa di halaman kampus. Unjuk rasa dalam rangka menolak politisasi Pilgub Banten di kampus.

Sebelumnya calon Gubernur Banten Andika Hazrumy datang ke kampus untuk bersosialisasi sebagai salah satu calon Gubernur Banten. Andika membagikan atribut kampanye sepeti kalender, topi, gelang dan stiker yang bertuliskan 'I love Aa'.

Mahasiswa marah dan menolak kedatangan Andika Hazrumy. Mereka meluapkan emosinya dengan membakar atribut berupa kalender bergambar Andika Hazrumy yang dibagi-bagikan kepada mahasiswa di kampus tersebut.

Mahasiswa menilai, pembagian atribut merupakan bentuk kampanye anak kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chsoyah tersebut, untuk maju di Pilgub Banten 2017 mendatang.

"Kita menolak siapa pun masuk kampus Bina Bangsa untuk kepentingan politik. Salah satunya Andika Hazrumy yang sudah masuk kesini dan berkampanye baik secara langsung maupun tidak langsung yang membagikan atribut," kata Imran, salah satu mahasiswa kepada wartawan, Rabu (1/6/2016).

Mahasiswa menduga pihak kampus bekerja sama dengan Andika Hazrumy untuk kepentingan menggalang suara menjelang Pilgub Banten 2017. "Kita menduga ada keterlibatan Ketua Bina Bangsa dengan Andika Hazrumy yang menggalang suara untuk di Pilgub nanti. Dan kita menolak hal itu," tegas Imran.

Mahasiswa lainnya bernama Rusman mengatakan, Andika Hazrumy secara dadakan datang dan mempromosikan diri untuk maju di Pilgub Banten. Rusman mengaku memprotes tindakan Andika yang melakukan kampanye di kampus.

"Kampus netral harga mati dari politisasi para calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Ada Andika Hazrumy datang kesini dan dipromosikan. Padahal, kemahasiswaan tidak ada tembusan bahwa akan hadir ke Bina Bangsa. Kita tidak ingin hal ini terjadi lagi dan jelas kita akan menolak politisasi," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan mahsasiwa melakukan aksi dengan berorasi sambil membawa sepanduk bertulisan kecaman dan penolakan terhadap politisasi kampus. Mereka juga membakar atribut milik Andika hazrumy yang sempat dibagikan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini