Share

Kronologi Pembunuhan di Kwamki Lama, Dendam Perang Adat Kembali Muncul

Saldi Hermanto, Okezone · Jum'at 03 Juni 2016 01:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 03 340 1405019 kronologi-pembunuhan-di-kwamki-lama-dendam-perang-adat-kembali-muncul-8DO6tj4mpv.jpg Suasana di Kubu Atas Kwanki Lama Timika (Foto: Saldi/Okezone)

TIMIKA - Kasus pembunuhan yang terjadi di Kwamki Lama, Distrik Kwamki Narama, Timika, Mimika, Papua, disebabkan korban Korinus Kulla alias Kori berlari ke kandang lawan, dalam hal ini area berkumpul warga dari kubu bawah. Padahal, sebelumnya korban sempat dicegah aparat agar tidak menuju area kubu bawah.

Berdasarkan kronologis yang dijelaskan kepala Polsub sektor Kwamki Narama, Ipda Alfred Wasia kepada Okezone, menerangkan, kejadian berawal ketika korban dari arah kubu atas berlarian menuju arah kubu bawah sambil memegang alat tajam berupa parang.

Korban melintasi jalan depan Polsub sektor sempat dicegat empat anggota dari Brimob Batalyon B Polda Papua, yang saat itu masih berjaga-jaga di kantor distrik Kwamki Narama, yang kebetulan bersebelahan dengan Polsub sektor Kwamki Narama pasca-konflik perang adat.

(Baca Juga: Warga Kubu Atas Kwamki Lama Tewas Dipanah, Timika Kembali Mencekam)

Ketika korban tepat berada depan Polsub sektor, empat anggota Brimob berupaya untuk mencegah korban agar tidak ke area kubu bawah. Namun, korban malah melawan dan akhirnya lolos dari hadangan aparat. Saat korban berlari dan berada tepat di depan gereja Kingmi jemaat Jerusalem, sekelompok warga dari kubu bawah mencegat korban dan secara membabi-buta menyerang korban hingga tewas.

"Warga dari atas sampaikan anggota untuk tahan korban, karena dia ini lari-lari sambil pegang parang dan berteriak. Saat anggota tahan dia, dia malah berontak, badannya licin akhirnya dia lepas kemudian lari lagi menuju bawah," jelas Wasia di Kwamki Lama, Jumat (3/6/2016) dini hari.

Korban yang tewas setelah dianiaya, bukan saja dipanah melainkan korban turut dilempar menggunakan batu, yang menyebabkan gigi korban rontok. Petugas dari Polsub sektor mencoba menghalangi warga ketika melakukan penganiayaan itu, petugas malah diserang dengan panah.

Akhirnya petugas bertahan di Polsub sektor sambil meminta bantuan personel untuk membubarkan warga yang semakin banyak dilokasi kejadian.

Selang beberapa saat kemudian anggota dari Polres Mimika bersama dua pleton Brimob Batalyon A dan B tiba di lokasi kejadian, dipimpin Kabag Op Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia. Ratusan anggota yang baru tiba, langsung memukul mundur warga dengan melepaskan tembakan peringatan berulang kali. Warga kemudian berhasil dipukul mundur dan kembali kerumahnya masing-masing.

Selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh unit identifikasi Polres Mimika yang dipimpin pjs Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu J Limbong. Dari hasil olah TKP ditemukan 22 anak panah, 14 diantaranya masih menacap pada tubuh korban. Jenazah korban kemudian dinaikkan ke kendaraan patroli Polsub sektor dan dibawa ke halaman kantor distrik.

Setelah petugas dalam hal ini Kasat Intelkam Polres Mimika, AKP Tony Upuya, menghubungi pihak keluarga korban, tidak mendapat izin untuk jenazah korban dibawa ke rumah sakit. Alasan keluarga bahwa percuma kalau korban dibawa ke rumah sakit, sebab korban sudah meninggal dunia. Akhirnya sesuai permintaan keluarga dari kubu atas, janazah korban dibawa petugas ke keluarga yang berada di kubu atas.

Jenazah korban diterima langsung Yan Tinal selaku tokoh masyarakat kubu atas. Setelah menerima jenazah korban, pihak keluarga dan warga kubu atas menyampaikan bahwa sangat menghargai upaya kepolisian yang sudah menyerahkan jenazah korban ke pihak keluarga di kubu atas. Selanjutnya, pihak keluarga menyampaikan bahwa akan membakar (kremasi) jenazah korban pagi nanti, selanjutnya akan membalas pembunuhan yang sudah dilakukan warga dari kubu bawah.

"Kami terima kasih dan menghargai petugas sudah antar jenazah saudara kami. Kami mau sampaikan setelah jenazah ini kami bakar, kami akan balas ke bawah. Mereka di bawah sudah tidak menghargai petugas, padahal perdamaian sudah kita lakukan sama-sama, kenapa mereka mau bunuh saudara kami lagi," kata Yan Tinal dihadapan pihak kepolisian yang mengantar jenazah korban.

Setelah jenazah korban diserahkan, petugas kembali berkumpul di Polsub sektor dan kantor distrik untuk berjaga-jaga mengantisipasi aksi balasan dari warga kubu atas.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini