nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penggusuran Lokalisasi Ricuh, Anggota Brimob Kena Pukul Satpol PP

Edy Siswanto, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2016 15:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 03 340 1405563 penggusuran-lokalisasi-ricuh-anggota-brimob-kena-pukul-satpol-pp-0UIfvvP5Hs.jpg Anggota Brimob Dipukul Satpol PP saat Penggusuran (foto: Edi Siswanto/Okezone)

SENTANI - Upaya penggusuran paksa oleh pemerintah Kabupaten Jayapura terhadap rumah warga di kompleks bekas lokalisasi Tanjung Elmo Sentani, berakhir ricuh.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekira pukul 09.00 WIT, warga telah melakukan aksi blokade jalan masuk lokalisasi Tanjung Elmo. Satpol PP Kabupaten Jayapura saat tiba di lokasi mendapatkan perlawanan warga dengan pembakaran ban mobil.

Selang beberapa lama kemudian, mobil pemadam milik dinas pemadam kebakaran Kabupaten Jayapura tiba di lokasi. Selanjutnya berdasarkan instruksi Satpol PP untuk memadamkan api, namun upaya tersebut malah memicu kemarahan warga.

Seketika warga melempari Satpol PP yang telah membentuk barikade dengan batu. Anggota Satpol PP pun tidak bisa mengelak dari lemparan batu, beberapa tameng fiber yang dikenakan pecah terkena lemparan batu itu.

Satpol PP yang tersulut emosi, membalas lemparan batu warga. Dianggap bagian dari warga, seorang anggota Brimob Polda Papua mendapatkan pukulan dari Satpol PP.

Anggota Brimob tersebut tidak melawan, namun mendapatkan pukulan terlebih dahulu, hingga yang bersangkutan mengalami luka robek di bagian pelipis atas.

Melihat kejadian itu, warga bertambah gusar, namun aksi warga seketika dilerai oleh anggota dewan Kabupaten Jayapura yang saat kejadian ada di lokasi, selain itu, Kapolres Jayapura AKBP Gustaf Urbinas juga melakukan hal serupa.

Gustaf meminta warga untuk menenangkan diri. Dia menjelaskan, jika putusan PTUN terkait sengketa tanah dan bangunan di kompleks bekas lokalisasi Tanjung Elmo berdasarkan surat putusan yang telah diterbitkan, adalah hanya untuk Taufik Mubentah, yang menjadi pihak penggugat atas tergugat Bupati Kabupaten Jayapura.

Sedangkan untuk warga lain beluk jelas, namun pihaknya mengupayakan pertemuan dengan seluruh masyarakat penghuni bekas lokalisasi Tanjung Elmo dan pihak pemerintah untuk melakukan pertemuan pada Senin 6 Juni 2016 di kantor DPRD Kabupaten Jayapura.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini