nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhan Dorong Pembentukan Lembaga Intelijen Pertahanan Negara

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 06 Juni 2016 21:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 06 337 1407931 menhan-dorong-pembentukan-lembaga-intelijen-pertahanan-negara-sZo3QbZpyw.jpg Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menginginkan ada lembaga intelijen yang fokus pada pertahanan negara. Sehingga mampu membantu pemerintah dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Ia menjelaskan, institusi ‎intelijen pertahanan negara akan bekerja untuk mencari informasi soal potensi yang akan mengancam kedaulatan NKRI, seperti Ormas Gafatar dan kebangkitan PKI.

"Sejak reformasi, dulu ABRI dengan kementerian (pertahanan) jadi satu. Kemudian dipisah. Dengan dipisah ini ada kekosongan," ujar Ryamizard di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kemenhan, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2016).

Saat ini, Kemenhan hanya mendapat informasi dari pihak intelijen TNI terkait kondisi pertahanan negara. Padahal, harus ada orang-orang yang bekerja fokus mencari informasi khusus tersebut.

"Dalam sebuah negara besar, idealnya ada empat lembaga intelijen, yaitu intelijen luar negeri, dalam negeri, pertahanan dan hukum. Di setiap negara ada. Hanya di sini yang tidak ada," katanya.

(Baca: Menhan Ryamizard Ingin NU Jadi Benteng Pancasila)

Ia menambahkan, di Amerika Serikat, presidennya mendapatkan informasi utama dari intelijen pertahanan. Hal itu diperlukan pula di Indonesia, dan ia mengaku telah mewacanakan adanya intelijen pertahanan sejak tahun lalu.

"Kelembagaannya harus segera dibuat. Sekarang dalam proses. Di mana telinga, mata terkait pertahanan kalau tidak ada intelijen? Kemudian masalah bela negara, siapa yang ngecek? Harus ada yang ngecek," ujar mantan KSAD itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini