nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOP NEWS : Air Laut Pasang, Banjir Rob Terjang Pulau Jawa

Kamis 09 Juni 2016 18:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 06 09 337 1410343 top-news-air-laut-pasang-banjir-rob-terjang-pulau-jawa-tj3wwBjlvI.jpg ilustrasi (Foto: Antara)

GELOMBANG tinggi air laut menyebabkan banjir rob di 24 kabupaten/kota di sepanjang Pulau Jawa. Kemudian terjadi kerusakan di 15 kawasan wisata pantai.

Penyebab fenomena gelombang tinggi ini adalah pengaruh dari bumi, bulan, dan matahari yang berada dalam satu garis lurus sehingga mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Hal ini bersamaan dengan terjadinya anomali positif tinggi muka air laut sebesar 15–20 centimeter (cm).

“Selain disebabkan dua hal tersebut, juga diperkuat dengan adanya penjalaran alun yang dibangkitkan dari pusat tekanan tinggi subtropis di barat daya Australia,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (9/6/2016).

Diperkirakan gelombang tinggi dan banjir rob masih berpotensi hingga beberapa hari ke depan. BMKG telah memprediksi, besok gelombang tinggi 2,50 - 4 meter berpotensi terjadi di Laut Andaman, perairan utara dan barat Aceh.

Kemudian di Perairan Barat Kepulauan Simeulue, Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Samudera Hindia bagian barat Aceh, hingga Bengkulu, Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Sumbawa hingga Pulau Sumba.

“Sedangkan gelombang setinggi 4 - 6 meter berpotensi terjadi di Perairan Enggano, perairan bagian barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Lombok, Samudera Hindia selatan Bengkulu hingga NTT,” tambah Sutopo.

Oleh karenanya, lanjut dia, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Nelayan juga disarankan tidak melaut saat gelombang tinggi.

Sementara itu, berdasarkan data sementara yang dihimpun Posko BNPB dari BPBD selama 2016 ini, terdapat 24 kabupaten/kota yang mengalami banjir rob dan gelombang pasang di sepanjang Pulau Jawa.

Daerah-daerah yang mengalami banjir rob dan gelombang pasang tersebut adalah Kabupaten Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Pekalongan, Purworejo, Wonogiri, Semarang, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Malang, Tulungagung, Lumajang, Gresik, Tuban, Surabaya, Pemekasan, Probolinggo, dan Jakarta.

Daerah pesisir di Selatan Jawa mengalami dampak yang lebih parah akibat gelombang pasang dan banjir rob. Ratusan bangunan meliputi rumah, gazebo, warung, talud pantai, dan bangunan di pantai mengalami kerusakan.

“Bahkan di Lumajang terdapat 300 jiwa anak-anak dan perempuan yang mengungsi. Begitu pula dengan di Kabupaten Pekalongan. sebanyak 891 jiwa mengungsi di 11 titik pengungsian. Sekitar 5.937 unit rumah terendam banjir rob di Kecamatan Tirto, Wiradesa, Wonokerto dan Siwalan,” terang Sutopo.

Menurut data sementara yang dihimpun Posko BNPB berdasarkan laporan dari BPBD selama 2016 ini, terdapat 24 kabupaten/kota yang mengalami banjir rob dan gelombang pasang di sepanjang Pulau Jawa.

“Daerah terparah yang mengalami kerusakan adalah daerah di pesisir selatan Yogyakarta. Sekitar 15 kawasan wisata pantai di daerah Yogyakarta mengalami kerusakan akibat terkena gelombang setinggi 5-7 meter,” sebutnya.

Kawasan wisata yang rusak dihantam gelombang laut itu, yakni Pantai Trisik, Bugel, Glagah, Congot, Drini, Sadranan, Ngandong, Sundak, Somendang, Pulang Sawah, Pok Tunggal, Gesing, Sepanjang, Watu Kodok, Watu Baru di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Bantul.

Di kawasan wisata pantai di Gunung Kidul terdapat 101 gazebo rusak, 21 warung rusak, tiga bangunan SAR rusak, dan beberapa talud. Sedangkan di Kulon Progo kerusakan meliputi 54 warung, tujuh perahu, lima tambak udang, dan beberapa bangunan wisata. Di Bantul kerusakan meliputi 30 warung, perahu, dan posko.

Sementara daerah-daerah yang mengalami banjir rob dan gelombang pasang secara keseluruhan adalah Kabupaten Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Pekalongan, Purworejo, Wonogiri, Semarang, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Malang, Tulungagung, Lumajang, Gresik, Tuban, Surabaya, Pemekasan, Probolinggo, dan Jakarta.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini