nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petualang Asal Amerika Serikat Temukan MH370 di Madagaskar

Silviana Dharma, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2016 14:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 10 18 1411332 petualang-asal-amerika-serikat-temukan-mh370-di-madagaskar-FysDexJEhU.jpg Gibson, penemu pecahan MH370 di Madagaskar. (Foto: Twitter)

ANTANANARIVO – Blaine Gibson, seorang petualang asal Seattle, Amerika Serikat, berniat mencari puing dari pesawat MH370. Ia pun diduga menemukan beberapa bagian dari pesawat Malaysia Airlines yang hilang misterius sejak dua tahun lalu itu di pesisir pantai Madagaskar.

Potongan yang Gibson temukan, antara lain, sebongkah kerangka jendela dan sesuatu yang diduga pecahan sayap pesawat yang membawa 239 penumpang serta awak pesawat tersebut.

Penemuan itu segera diunggah Gibson ke akun media sosialnya, dan telah dikonfirmasi oleh seorang insinyur Inggris bernama Don Thompson yang juga ikut dalam penyelidikan MH370. Disebutkan, sebagian besar kemungkinan memang benar puing dari pesawat jurusan Kuala Lumpur ke Beijing tersebut.

“Benda itu kemungkinan bagian dari penutup atas atau ujung bawah panel sayap pesawat atau stabilizer horizontal,” jelas Thompson melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (10/6/2016).

Pengacara asal Seattle itu sebelumnya juga menjadi sosok kunci yang menemukan potongan MH370 lainnya di Mozambik. Tepatnya, ia menemukan puing tersebut saat menelusuri Pantai Riake di Pulau Nosy Boraha.

Pecahan lain diduga milik pesawat Boeing 777 tersebut juga pernah ditemukan oleh Samuel Armstrong di Pulau Kangaroo, sebuah pulau di luar pantai selatan Australia. Potongan badan burung besi itu berwarna putih dengan sepenggal kalimat ‘Caution no Step’ atau ‘Perhatikan Langkahmu’ tertera di atasnya.

Melalui penemuan terbaru ini, berarti sudah lebih dari 10 potongan diduga milik MH370 di sekitar pesisir pantai negara-negara di Afrika Selatan, dekat perairan Samudera Hindia. Lima di antaranya sudah dipastikan benar adalah serpihan MH370, sementara sisanya masih dalam penelitian lebih lanjut.

Pencarian di bawah air dikabarkan telah 90 persen selesai, dari target cakupan penyisiran seluas 46.000 mil persegi atau 12.000 kilometer persegi dari bibir pantai terluar sebelah barat Australia. Diperkirakan, pencarian akan benar-benar berakhir pada Agustus 2016 dan setelahnya tidak akan ada pencarian lagi, meskipun pesawat tersebut belum ditemukan juga hingga batas waktu itu.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini