nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengais Rupiah dari Daun Nipah di Ujung Usia

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Senin 13 Juni 2016 16:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 13 340 1413929 mengais-rupiah-dari-daun-nipah-di-ujung-usia-blGk0mYNn1.jpg (Foto: Sigit Dzakwan/Okezone)

KOTAWARINGIN BARAT - Pagi, sekira pukul 09.00 WIB, sekelompok nenek tengah berkumpul di satu rumah bertumpukan daun nipah, di RT 9 RW 03 Kelurahan Kumai Hulu Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (13/6/2016).

Sejumlah nenek itu tengah sibuk bekerja membuat atap dari daun nipah. Setiap pengerjaan 1 lembar atap nipah, si nenek diberi upah Rp100. Setiap ikat terdiri dari 10 lembar atap nipah. Artinya, dalam seikat, upahnya tak lebih dari Rp1.000.

"Paling banyak bisa ngerjakan 100 lembar atau 10 ikat. Jadi per hari saya paling banyak dapat Rp10 ribu," ujar salah seorang pekerja pembuat atap nipah, Hatiah (68).

Hatiah menjelaskan, sang bos hanya membayar upah setiap 10 ikat/100 lembar. Jika dalam sehari tidak mencapai target 10 ikat, maka upah pun tidak bakal diberikan.

"Ya pokoknya kalau sudah 100 lembar baru dibayar. Kalau hari ini gak sampai 100 lembar, ya dilanjut besoknya. Itu dibayar kalau sudah sampai 100 lembar," terangnya.

Senada dengannya, Juniah, (58) mengatakan, pekerjaan ini untuk mengais rezeki penyambung hidup. Hasilnya digunakan untuk makan sehari-hari. Jika belum dibayar upah karena tak sampai 100 lembar dalam sehari, dirinya pun nekat pinjam bahan kebutuhan pokok ke warung.

"Mau gimana lagi am mas. Wayah ni uyuh am nyari uncui tu (zaman sekarang itu susah mendapatkan uang)," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini