nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LGBT China Angkat Bicara soal Penembakan Kelab Gay AS

Silviana Dharma, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2016 19:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 16 18 1417125 lgbt-china-angkat-bicara-soal-penembakan-kelab-gay-as-VzJ5xl6YVS.jpg LGBT China angkat bicara soal penembakan kelab {gay} AS. (Foto: AP)

BEIJING – Kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menerima tekanan sosial dari berbagai penjuru dunia, bahkan di negara-negara yang sudah memberikan kebebasan dan pengakuan hak asasi sekalipun. Kasus mengenaskan terakhir yang mencengangkan dunia adalah penembakan di kelab gay Pulse di Orlando, Amerika Serikat, pada awal pekan ini.

Sedikitnya 49 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka akibat ulah seorang pemuda bernama Omar Mateen. Pria berusia 29 tahun keturunan Afghanistan itu diketahui menyimpan kebencian pada kaum homoseksual, walau ada indikasi dia sendiri memiliki orientasi seksual menyimpang.

Terkait insiden kemanusiaan tersebut, 190 LGBT China pun angkat bicara. “Kami anggota komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) China mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga, teman-teman dan orang yang mereka cintai, serta semua orang yang terdampak aksi mengerikan ini,” demikian pernyataan bersama lembaga nirlaba (NGO) LGBTQ China, seperti disitat dari Asian Correspondent, Kamis (16/6/2016).

“Bersama mereka, kami juga merasakan kesedihan dengan hilangnya banyak nyawa orang tak bersalah. Kami mengecam keras terorisme dan semua bentuk kekerasan yang dilandaskan pada (kebencian) orientasi seksual, identitas gender, dan (kebebasan) mengekspresikan gender,” sambungnya.

Direktur Advokasi Hak asasi LGBT China, Peng Yanghui, mengatakan tragedi di Orlando merupakan peringatan bahwa homofobia dan transfobia adalah perilaku yang justru menyebabkan kehancuran di duni saat ini.

Kejadian seperti itu tidak hanya marak di AS, ia meminta pemerintah melihat yang terdekat. Di China pun, setiap harinya di sekolah dan di tempat-tempat umum. Perundungan terhadap kaum LGBTQ tidak kalah memprihatinkan.

Penyelidikan terhadap kasus penembakan di kelab gay Pulse hingga kini masih dalam penyelidikan. Setelah insiden tersebut santer di media massa, Presiden Xi Jinping dikabarkan segera menghubungi Presiden Barack Obama untuk menyampaikan belasungkawanya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini