nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turki Larang Parade LGBT di Bulan Ramadan

Randy Wirayudha, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2016 02:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 18 18 1418588 turki-larang-parade-lgbt-di-bulan-ramadan-tvVJzMmYaH.jpg Kaum LGBT di Turki (Foto: urgentactionfund.org)

ISTANBUL – Akhir bulan ini atau tepatnya pada 26 Juni 2016 mendatang kala umat muslim dunia, termasuk Turki masih menjalani ibadah bulan suci Ramadan, kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) justru ingin menggelar parade.

Rencananya, parade kaum LGBT Turki itu akan dihelat di Istanbul. Sontak hal ini mencuatkan kecaman dari otoritas Turki yang tak memberi izin dan melarang digelarnya parade yang diagendakan digelar dari area Istiklal Caddesi hingga Alun-Alun Taksim tersebut.

Selama ini, sudah 12 kali kaum LGBT Turki mengadakan parade hingga akhirnya tahun lalu, parade tersebut terpaksa tak diadakan karena dilarang pemerintah Turki. Untuk tahun ini, larangan tersebut kembali diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Istanbul.

“Perizinan tidak akan diberikan untuk pertemuan atau parade di jalan-jalan demi keamanan dan ketertiban publik,” bunyi pernyataan Pemprov Istanbul, dikutip Al Araby, Sabtu (18/6/2016).

“Kami mengimbau kepada para warga Istanbul yang kami cintai, untuk mengabaikan ajakan partisipasi (parade LGBT) dan mematuhi peringatan yang diumumkan aparat keamanan,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara pihak penyelenggara parade LGBT mengecam larangan tersebut, via akun Facebook-nya: “Pelarangan ini merupakan pelanggaran terhadap konstitusi dan undang-undang. Tugas negara semestinya bukan mencegah penyelenggaraan hak-hak (warga), melainkan menghapus setiap hambatan terhadap hak-hak,”.

Sementara kelompok pemuda nasionalis, Alperen Hearths, mendukung pelarangan parade LGBT di bulan suci Ramadan tersebut. “Nilai-nilai agama kita tidak boleh diabaikan,” seru Presiden Alperen Hearths, Kursat Mican.

“Kami tidak ingin ada orang-orang berparade setengah telanjang dengan membawa botol alkohol di kota yang disucikan darah-darah leluhur kami,” tandasnya kepada surat kabar harian Hurriyet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini