Hijaber Indonesia Dipandang Negatif, Pasca-Penembakan Kelab Gay Orlando

Emirald Julio, Okezone · Selasa 21 Juni 2016 00:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 20 18 1420623 hijaber-indonesia-dipandang-negatif-pasca-penembakan-kelab-gay-orlando-RmPmU6DBY1.jpg Ilustrasi. Hijabers Indonesia. (Foto: Muhammad Sabki/Okezone)

JAKARTA – Masih melekat dalam ingatan betapa mengejutkannya penembakan di kelab gay Pulse, Orlando, Amerika Serikat (AS). Sebanyak 49 orang meninggal seketika akibat ulah pria berdarah Afghanistan yang anti-LGBT, Omar Mateen. Belum termasuk lebih dari 50 orang lainnya yang terluka.

Kejadian ini sontak menerbitkan kembali posisi umat Muslim di AS. Baik atau buruk. Islamophobia seolah dimunculkan lagi dan menyudutkan posisi mereka. Membuat mereka dipandang buruk.

Hal tersebut, bukanlah sekadar teori konspirasi atau prasangka yang mengada-ada. Faktanya, sentimen negatif terhadap umat Muslim itu dirasakan benar oleh salah satu siswi asal Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar YES ke Florida, Amerika Serikat (AS).

Pada acara buka bersama di kediaman Duta Besar AS untuk Indonesia bersama siswa-siswi yang mengikuti program pertukaran pelajar YES, siswi cantik itu membenarkan bahwa penembakan yang terjadi di kelab gay Pulse di Orlando pada Minggu 12 Juni 2016 itu memiliki efek negatif terhadap warga Muslim yang tinggal di Negeri Paman Sam.

Bella Citra Aqidah (15) menuturkan bahwa efek penembakan tersebut sangat mengejutkan para warga di Florida tempatnya mengemban ilmu selama setahun dalam program pertukaran pelajar YES.

“Jadi pas ada kejadian di Orlando kita heboh dan teman-temanku yang gay jadi takut, khawatir penembakan itu bisa sampai ke kotaku karena dekat (lokasi Orlando dengan kota tempat Citra mengemban ilmu selama setahun),” ujar Citra kepada Okezone, Selasa (21/6/2016).

Namun, bukan sampai disitu saja, Citra juga memaparkan terdapat efek pandangan negatif terhadap warga Muslim walaupun tidak secara eksplisit ditunjukkan. Terutama karena dirinya dan teman-teman memakai hijab, atribut wajib bagi para perempuan Muslim.

“Hanya saja, berasanya itu di tempat umum, banyak yang ngeliatin. (Sebenarnya) di sekolahku banyak Muslimnya tapi yang pakai jilbab hanya lima orang,” terang Citra.

Meski demikian, Citra merasa beruntung karena kejadian penembakan brutal tersebut terjadi selang beberapa hari sebelum siswa-siswi yang mengikuti program pertukaran pelajar YES kembali ke tanah air.  Sehingga buntut dari penembakan tersebut tidak sempat berimbas banyak kepada mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini