Kapal Layar Gunung Nona Terombang-ambing Dua Hari di Lautan

Raiza Andini, Okezone · Rabu 22 Juni 2016 23:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 22 340 1422772 kapal-layar-gunung-nona-terombang-ambing-dua-hari-di-lautan-QLWRU7RNtZ.jpg Foto: Illustrasi Okezone

BULELENG - Selama dua hari, 20 penumpang Kapal Layar Motor (KLM) Gunung Nona dan empat anak buah kapal (ABK) terombang-ambing di perairan Buleleng lantaran mesin kapal mengalami kerusakan dan tidak berfungsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal layar motor tersebut dinakhodai oleh Khairul Anwar yang berlayar dari Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan tujuan akhir PPI Sangsit, namun saat di tengah laut, kapal layar tersebut mengalami kerusakan dan tidak bisa beroperasi.

Petugas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Made Astika memaparkan, bahwa KLM Gunung Nona telah berhasil dievakuasi oleh tim dari Basarnas Bali dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Arjuna dari Basarnas Pelabuhan Benoa dan menolong kapal tersebut hingga menuju Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sangsit, Sawan, Buleleng.

"Sudah berhasil dievakuasi, jadi posisi kapal tidak bisa jalan hanya terbawa angin di atas laut," terang Astika ketika dikonfirmasi wartawan, Buleleng, Rabu (22/6/2016).

Berhasilnya KLM Gunung Nona dievakuasi Basarnas Bali lantaran, nakhoda kapal tersebut bersama satu orang ABK mencari pertolongan dengan menggunakan sekoci, setibanya di daratan dia menelepon rekannya yang berlayar menggunakan KLM Lago, Hamsyah dan Basarnas Bali.

Alhasil, kapal tersebut dievakuasi dengan kurun waktu lima jam perjalanan ke tengah laut pada hari rabu 22 Juni 2016 sekira pukul 08.00 WITA. Sebanyak 37 anggota Basarnas menggunakan KM Arjuna. Seluruh penumpang dievakuasi menggunakan KLM Lago ke daratan wilayah Sangsit.

"Kapalnya dievakuasi dengan didorong menggunakan KM Arjuna, sampai di Sangsit sore

karena posisi kapal berada di tengah laut," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini