nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diberitakan Berbuat Asusila, Plt Kepala Kemenag Mojokerto Laporkan Surat Kabar

Zen Arivin, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2016 10:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 25 519 1425020 diberitakan-berbuat-asusila-plt-kepala-kemenag-mojokerto-laporkan-surat-kabar-o7tqApmdtz.jpg Ilustrasi (Okezone)

MOJOKERTO – Sebuah surat kabar minggu (SKM) lokal Mojokerto dilaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Sahid ke Polda Jawa Timur (Jatim). Hal tersebut menyusul pemberitaan miring tetang dirinya di SKM tersebut.

Sahid mengatakan, dirinya merasa heran dengan pemberitaan di edisi 86 SKM lokal itu. Menurutnya, ia merasa difitnah atas pemberitaan yang di-publish selama dua edisi pada bulan Mei dan Juni tersebut.

"Dalam terbitannya, koran tersebut menyatakan jika saya telah melakukan perbuatan asusila. Padahal, saya tidak pernah melakukan itu," ujarnya kepada awak media, Sabtu (25/6/2016).

Dalam berita itu disebutkan Sahid telah melakukan perbuatan asusila terhadap seorang perempuan berinisial AS. Perempuan itu adalah salah seorang pegawai di lingkup Kemenag yang kini bertugas di KUA Mojosari.

"Semua adalah fitnah. Saya tidak pernah berhubungan apa pun dengan perempuan itu," ujarnya.

Merasa menjadi korban pemberitaan bohong, Sahid lantas berupaya melakukan somasi. Namun, bukan klarifikasi yang diterbitkan dalam edisi. Menurut Sahid, si penerbit justru mengada-ada dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

"Karena merasa difitnah, saya memilih membawa kasus ini ke ranah hukum saja," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Sahid, Fasoli mengatakan, kliennya sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim. Hal itu bentuk konkret untuk menunjukan bahwa kliennya tidak bersalah dan isi pemberitaan itu hanyalah fitnah belaka.

"Berita ini sesat. Sangat tidak manusiawi dan kami sangat menyayangkan. Selain itu, berita itu juga sangat tidak berimbang," katanya.

Menurut Fasoli, penulisan berita yang diterbitkan SKM itu tak berdasarkan fakta, tetapi cenderung mengarah kepada aksi teror. Hal itu terlihat dari sederet pesan singkat yang dikirim dan kini sudah diserahkan ke penyidik Polda Jatim itu. Menurutnya, ada beberapa pesan singkat yang kental dengan nuansa tekanan terhadap Sahid.

"SMS itu menyebut jika koran yang akan diterbitkan bakal disebar ke lingkungan rumahnya dan bahkan akan diberikan ke meja Kanwil. Itu sudah keterlaluan. Makanya Polda Jatim harus segera menindaklanjuti persoalan ini dan menyeret pelaku ke ranah hukum," serunya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini