Pasca-Brexit, David Cameron Hadiri KTT Uni Eropa di Brussels

Silviana Dharma, Okezone · Selasa 28 Juni 2016 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 28 18 1427243 pasca-brexit-david-cameron-hadiri-ktt-uni-eropa-di-brussels-NwOd2W8PtV.jpg PM Inggris David Cameron. (Foto: Getty Images)

BRUSSELS – Dengan suara bulat 52 persen, rakyat Inggris menyatakan ingin keluar dari Inggris melalui referendum pada Kamis 23 Juni 2016. Perdana Menteri David Cameron diyakini akan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa (UE) di Brussels, untuk terakhir kalinya.

Pertemuan terakhir antara 28 negara Benua Biru tersebut dijadwalkan berlangsung besok, Rabu 29 Juni 2016. Salah satu agenda pembahasan yang dikedepankan tentunya adalah implikasi dari Brexit, atau keluarnya Britania Raya dari persekutuan ekonomi dan politik Eropa tersebut.

Sumber terpercaya di badan pemerintahan mengungkap, Cameron selama ini telah menjalin hubungan yang sangat kuat dengan para pemimpin negara sesama anggota Uni Eropa. Bisa jadi dia akan memanfaatkan kehadirannya di KTT UE untuk mendorong semangat yang konstruktif demi menegosiasikan hubungan baru yang akan dijalin kedua belah pihak.

Sementara itu, para petinggi Uni Eropa malah sudah memastikan tidak bersedia membicarakan apa pun dengan Inggris sampai status negara pimpinan Ratu Elizabeth itu terang benderang. Bahkan mereka menolak perundingan informal sekalipun. Demikian dilansir dari Independent, Selasa (28/6/2016).

(Baca juga: Inggris Keluar Uni Eropa, Skotlandia Ingin Merdeka)

Namun begitu, sang PM tidak mau terlalu menghiraukannya. Menurutnya, selama Britania Raya belum resmi keluar dari Uni Eropa, Inggris cs tetap menjadi anggota resmi dari UE, yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan ke-27 negara lain. Termasuk, hak untuk duduk di meja perundingan.

Bagi Cameron, kedatangannya ke Brussels esok hari penting untuk membuka jalan bagi suksesornya kelak. Diperkirakan penerus Cameron akan ditetapkan pada September tahun ini, menyusul pernyataan pengunduran dirinya sebagai PM Inggris.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini