Cameron dan Sadiq Khan Kecam Rasisme Pasca-Brexit

Silviana Dharma, Okezone · Selasa 28 Juni 2016 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 28 18 1427576 cameron-dan-sadiq-khan-kecam-rasisme-pasca-brexit-goOj9xc0KP.jpg David Cameron dan Sadiq Khan. (Foto: Getty Images)

LONDON – Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Muslim Pertama Wali Kota London Sadiq Khan mengecam aksi rasis yang mewabah pasca-Brexit. Di antaranya menimpa kalangan minoritas di Negeri Ratu Elizabeth yang berbasis Kristiani. Para pendatang pun tidak ketinggalan mendapat perlakuan bernada kebencian.

David Cameron menyebut serangan dan kekerasan yang terjadi setelah pengumuman referendum pada 24 Juni 2016 itu sebagai tindakan tercela. “Selama beberapa hari terakhir, kita melihat graffiti-grafiti tercela dipulas di jalanan pusat komunitas Polandia. Kita menyaksikan kekerasan verbal dihujamkan kepada individu semata karena mereka etnis minoritas,” ujarnya, seperti disitat dari SBS, Selasa (28/6/2016).

“Mari kita ingat bahwa orang-orang ini telah datang ke sini dan memberikan sumbangsih yang luar biasa baik untuk negara kita. (Untuk itu,) kita tidak akan mendukung kejahatan yang didasari kebencian (hate crime) ataupun serangan semacam ini. Mereka (pelaku) harus disingkirkan,” tambahnya.

Setelah hasil referendum memutuskan mayoritas warga Inggris ingin keluar dari Uni Eropa, penyesalan mulai berdatangan. Ada yang merasa tertipu dengan kampanye kubu brexit, ada juga yang merasa bersalah karena mengisi tanpa pertimbangan yang matang.

Meski begitu, sungguh disayangkan bahwa momentum sensitif ini malah dimanfaatkan oleh sejumlah oknum rasis untuk menyebarkan pesan bernada negatif kepada pendatang maupun agama minoritas. Salah satu yang menjadi sasaran adalah warga Inggris keturunan Polandia.

Cat-cat kuning mewarnai beberapa pintu-pintu di pusat komunitas Polandia di Ibu Kota London pada Senin. Ada juga kartu-kartu bertuliskan, ‘Leave the EU, No More Polish Vermin’, yang kira-kira berarti, ‘Tinggalkan Uni Eropa, Tidak Ada Lagi Kutu Polandia’.

Polisi London lantas dikerahkan untuk menyelidiki kasus rasis ini. Kepala kepolisian setempat mengungkap, terdapat sedikitnya 85 laporan secara daring yang masuk antara Kamis 23 Juni 2016 sampai Minggu 26 Juni 2016. Jumlah ini meningkat 57 persen dibandingkan bulan lalu, yang hanya menerima 54 laporan dalam empat bulan.

Insiden ini juga mendapat perhatian dari Wali Kota London Sadiq Khan. Pria berdarah Pakistan merasa bertanggung jawab untuk menjaga keberagaman dan toleransi di kotanya.

“Saya meminta polisi kamu untuk ekstra waspada terhadap kemungkinan peningkatan kasus hate crime ini. Saya juga memanggil semua warga London untuk mari bersama-sama menjaga kota kita yang hebat ini,” serunya.

(Baca juga: Rasisme Terhadap Imigran Bermunculan Pasca-Brexit)

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini