nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Medis: Korban Ledakan Tambang Alami Trauma Saluran Pernapasan

ant, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2016 08:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 28 340 1427002 tim-medis-korban-ledakan-tambang-alami-trauma-saluran-pernapasan-Sgzvn63ctT.jpg Ilustrasi

SAWAHLUNTO - Tim medis yang menangani pasien korban ledakan lubang tambang batu bara di Kota Sawahlunto Sumatera Barat, menegaskan, para korban kecelakaan tambang tersebut mengalami trauma saluran pernapasan akut.

(Baca juga: Lima Pekerja Terbakar di Lubang Tambang Batu Bara)

"Tiga di antara lima korban ledakan tambang itu, masing-masing Firman Dedi (43), Kamundi Halawa (35), dan Siswoko (40) segera dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, setelah mendapatkan pertolongan pertama di RSUD setempat," kata tim medis, Irwan, Selasa (28/6/2016).

Sedangkan dua korban lainnya, April Syaiful(37) dan Adi Tusiman(35), untuk sementara bisa ditangani di rumah sakit setempat.

Irwan mengatakan, selain mengalami trauma pernapasan akibat menghirup udara panas, lima korban tersebut juga mengalami luka bakar cukup serius dengan persentase antara 40 hingga 60 persen.

"Dalam pertolongan pertama yang dilakukan tim medis, seluruh korban tersebut diberikan alat bantu pernapasan berupa instalasi endotrakhea dan infus serta upaya pemindaian keluar masuk cairan pada tubuh korban," ujarnya.

Menurutnya, kondisi terakhir sebelum pihaknya memutuskan untuk merujuk, korban tercatat dalam kondisi stabil jika dilihat dari alur pernapasannya, tetapi masih membutuhkan terapi lanjutan dengan peralatan yang lebih lengkap dan canggih.

Hal paling diwaspadai dalam penanganan pasien luka bakar, menurutnya, adalah resiko adanya komplikasi jalan pernapasan, namun pihaknya sudah mengantisipasi dengan melakukan evaluasi medis terhadap kondisi pasien sebelum dirujuk.

"Tim medis juga sudah berupaya melakukan penyedotan kandungan zat karbon pada saluran pernapasan korban yang merupakan sisa adanya peristiwa terbakar selaput pada saluran tersebut akibat udara panas yang terisap saat terjadi ledakan," tuturnya.

Sementara, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT NAL Fauzi mengatakan, indikasi sementara pemicu meledaknya lubang tersebut disebabkan oleh adanya hubungan arus pendek listrik.

"Kami bersama pihak terkait masih menyelidiki kebenaran dugaan tersebut, selain memaksimalkan penanganan terhadap pekerja kami yang menjadi korban ledakan," kata dia.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini