Danny Pimpin Upacara Pemberangkatan Satgas Yonif Raider ke Papua

ant, · Kamis 30 Juni 2016 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 30 340 1429542 danny-pimpin-upacara-pemberangkatan-satgas-yonif-raider-ke-papua-qyR8MQOuvf.jpg Foto: Okezone

MAKASSAR - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny menjadi inspektur upacara pemberangkatan Satgas Yonif Raider 700/WYC dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan Darat RI-Papua Nugini.

Sebanyak 450 prajurit Yonif Raider/700 WYC bertolak ke Papua dari pelabuhan Soekarno-Hatta menggunakan KRI Banjarmasin 592. (Baca juga: TNI Akan Serbu Kelompok Abu Sayyaf Melalui Jalur Laut).

Selama sembilan bulan, mereka akan berada di daerah perbatasan Papua dan Papua Nugini untuk menjalankan operasi pengamanan di perbatasan darat di perbatasan Papua.

Dalam kesempatan itu, Danny menyampaikan kepada setiap prajurit untuk menjaga kepercayaan yang diembankan negara.

"Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," kata Danny, Kamis (30/6/2016).

Menurutnya, keberadaan prajurit TNI di daerah perbatasan untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan untuk mempertahankan tetap tegaknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Sementara Pangdam VII Wirabuana, Mayjen Agus Surya Bakti menambahkan, penugasan prajurit ke daerah operasi merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan terhadap bangsa dan negara demi kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

"Bagi prajurit yang sudah pernah bertugas ke daerah operasi, ini akan menambah pengalaman dan memungkinkan menemukan hal-hal baru, dan bagi yang pertama kali bertugas menjadi kesempatan berharga dalam kariernya," terang Agus.

Persiapan dan pembekalan yang diterima sebelum menjalankan tugas menjadi pedoman dan modal dasar bagi satuan tugas dalam menghadapi berbagai kemungkinan permasalahan yang ada di lapangan. Sehingga hal yang berpotensi menimbulkan konflik dapat diantisipasi secara profesional.

Saat ini, kondisi di daerah perbatasan RI dan Papua Nugini sering dijadikan sebagai tempat pelarian orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum. Mereka bertahan di sana karena pengaruh politik utamanya yang terlibat dalam gerakan separatis.

Di sisi lain, sebagian kecil kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI masih sering menunjukkan eksistensinya dengan melakukan aksi kekerasan dan perlawan bersenjata yang sasarannya adalah aparat keamanan baik TNI maupun Polri.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini