Salat di Masjid Pelaku Penembakan Kelab Gay, Muslim AS Dipukuli

Emirald Julio, Okezone · Minggu 03 Juli 2016 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 03 18 1431808 salat-di-masjid-pelaku-penembakan-kelab-gay-muslim-as-dipukuli-Km84GPJ5wQ.jpg Foto masjid Fort Pierce Islamic Centre (Foto: ABC.net.au)

ORLANDO – Seorang pria Muslim dipukuli hingga mengalami luka berat di kepalanya hanya karena ia salat di masjid yang kerap didatangi oleh Omar Matten yang menjadi pelaku penembakan kelab gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana dikutip dari The New Arab, Minggu (3/7/2016) pihak Dewan Council on American-Islamic Relations (CAIR) menuturkan mendadak seorang pria berkulit putih menghentikan mobilnya di depan Fort Pierce Islamic Centre pada Sabtu 2 Juni 2016 pukul 04.15 (waktu setempat).

Kemudian ia mulai mengatakan kata-kata bernada rasisme untuk memprovokasi para Muslim yang menunaikan ibadah salat di masjid tersebut.

“Kalian Muslim perlu kembali ke negara asal kalian,” ujar pria kulit putih tersebut.

Karena tidak ditanggapi, tiba-tiba pria tersebut turun dari mobilnya dan menyerang seorang pria Muslim yang menjadi jamaah di masjid tersebut. Pria Muslim yang tidak disebutkan namanya itu dipukuli hingga menderita luka berat di kepalanya dan gigi yang copot.

CAIR memaparkan insiden tersebut terjadi usai pihak masjid Fort Pierce Islamic Centre meminta otoritas Orlando untuk meningkatkan keamanan di sekitar masjid karena pihak masjid menerima banyak ancaman. Namun, sayangnya pihak otoritas Orlando memilih untuk tidak menggubris permintaan tersebut.

“Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Selama lebih dari dua minggu kami menekankan bahwa komunitas (Muslim) yang ada di Fort Pierce Islamic Centre membutuhkan perlindungan dari pihak Sheriff,” tutur Wilfredo Amr Ruiz, Direktur Komunikasi CAIR Florida.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini