Pemerintah Austria Siap Ambil Alih Rumah Adolf Hitler

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 13 Juli 2016 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 13 18 1436664 pemerintah-austria-siap-ambil-alih-rumah-adolf-hitler-GYLfpLxBF0.jpg Rumah masa kecil Hitler siap diakuisisi pemerintah Austria (Foto: Dominic Ebenbichler/Reuters)

BRANAU AM INN – Pemerintah Austria siap untuk mengambil alih kepemilikan sebuah rumah di mana Adolf Hitler dilahirkan pada 1889. Langkah tersebut dilakukan demi mencegah rumah tersebut dijadikan situs bersejarah oleh para pemuja serta penganut paham Nazi yang lazim disebut Neo-Nazi.

(Halaman depan rumah masa kecil Adolf Hitler. Foto: Dominic Ebenbichler/Reuters)

Pemilik rumah tersebut, seorang perempuan tua yang tidak disebut namanya, telah beberapa kali menolak tawaran pengambilalihan rumah di Braunau am Inn itu. Pun begitu, terjadi perselisihan pendapat tentang nasib rumah itu setelah diambil alih.

Menteri Dalam Negeri Austria Wolfgang Sobotka ingin agar rumah itu dihancurkan. Namun, beberapa pihak mengatakan sebuah museum atau supermarket dapat dibangun di atas lahan rumah itu untuk menghapus jejak politik di sana.

“Keputusan itu sangat penting karena Austria ingin mencegah rumah itu menjadi situs bersejarah bagi Neo-Nazi yang mana di masa lalu sering digunakan beberapa orang untuk berkumpul dan meneriakkan slogan Nazi. Visi saya adalah menghancurkan rumah itu,” tutur Sobotka, seperti dimuat BBC, Rabu (13/7/2016).

Sementara itu, Wakil Kanselir Austria Reinhold Mitterlehner mengusulkan sebuah museum dapat dibangun di atas lahan rumah agar berfungsi edukatif.

Berdasarkan keterangan Pusat Dokumentasi Austria, jumlah orang yang mengunjungi rumah itu kian hari kian meningkat. Kepala organisasi tersebut, Gerhard Baumgartner yakin menghancurkan rumah itu tidak akan menyelesaikan masalah.

“Kalangan ekstrem kanan akan menjadikan lahan itu sebagai ‘Alun-Alun Hitler’ atau ‘Taman Hitler’. Tempat itu harus benar-benar didepolitisasi dan sesuatu harus dibangun di atasnya hingga orang tidak bisa mengambil foto kenang-kenangan,” papar Baumgartner.

Pemerintah Austria sejak 1972 menyewa rumah tersebut. Saat ini, mereka harus membayar sekira EUR4.800 (setara Rp69, 6 juta) per bulan. Rumah tersebut di masa lalu pernah digunakan sebagai bengkel loka karya bagi orang-orang difabel. Namun, sejak 2011 sudah tidak digunakan lagi.

(Plakat batu pengingat kekejaman Nazi. Foto: Dominic Ebenbichler/Reuters)

Satu-satunya hubungan antara gedung tersebut dengan masa lalu Hitler adalah sebuah plakat batu untuk mengenang korban kekejaman Nazi. “Untuk perdamaian, kebebasan, dan demokrasi. Jangan lagi ada fasisme. Jutaan nyawa tak berdosa menjadi pengingat kita,” bunyi tulisan itu.

Keluarga Adolf Hitler tinggal di sebuah rumah lain sebelum pindah ke rumah di Braunau am Inn itu. Mereka meninggalkan rumah kelahiran itu saat Der Fuhrer berusia tiga tahun. Hitler dewasa kemudian menguasai Nazi Jerman sejak 1933 hingga kematiannya pada 1945 yang sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini