Desa Nunuk Jadi Percontohan Kampung Siaga Bencana

Agregasi Pikiran Rakyat, · Selasa 19 Juli 2016 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 19 525 1441652 desa-nunuk-jadi-percontohan-kampung-siaga-bencana-bgHo56UEFm.jpg foto: ilustrasi

MAJALENGKA - Dalam rangka mengurangi bencana yang menggunakan pendekatan dari, oleh dan untuk masyarakat di daerah yang rawan bencana, khususnya di Kabupaten Majalengka, Kementerian Sosial RI bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Majalengka membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Selasa (19/7/2016).

Menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka, alasan dipilihnya Desa Nunuk, sehubungan wilayah tersebut merupakan daerah pegunungan yang sangat rawan bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan lainnya.

Pembentukan Kampung Siaga Bencana itu sendiri bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia yang ada dilingkungan setempat.

Kegiatan tersebut diselenggarakan 3 hari. Pada hari pertama dilakukan Sosialisasi Kampung Siaga Bencana diikuti oleh masyarakat perwakilan desa, Kepala Desa, Sekretaris Desa, tokoh masyarakat dan Tim Tagana Kabupaten Majalengka.

Materi pada hari kedua, pembentukan Pengurus Kampung Siaga Bencana serta terakhir dilakukan Penanganan Bencana Alam.

Kepala Bidang Sosial Dedi Supriadi mengatakan di setiap kampung siaga akan dilengkapi fasilitas lumbung logistik atau buffer stock yang berisi berbagai kebutuhan dasar korban, seperti matras, selimut, kid care, family kid, serta berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan korban bencana.

Sementara itu Desa Nunuk adalah desa rawan bencana alam, kondisi alamnya pengunungan namun pemukiman penduduk berada di lembah gunung Jukut di bagian Selatan, Gunung Hanjuang di bagian Utara, bagian Barat Gunung Sudimara. Karena di lembah dan di bagian tengah ada sungai yang cukup lebar maka suhu udarannya sangat panas.

Ada 8 kampung yang dibawahi Desa Nunuk, sebagian terhalang oleh gunung sebagian lagi terhalang oleh bentangan sungai Cisuluheun yang airnya disaat musim penghujan dikenal sangat ganas. Air sungai akan meluap hingga menghantam pemukiman karena gunung-gunung di wilayah tersebut kini gundul, tanaman keras seperti punus, sadakeling, jeungjing, kihiang, waru dan pepohonan lainnya habis dibabat diganti dengan tanaman jagung yang dianggap lebih memiliki nilai ekonomi tinggi.

Karena hutan gundul, tak heran bila tanah tak mampu menyimpan air dan akibatnya banjir di sungai Cisuluheun kerap mengancam warga. Bahkan beberapa waktu lalu banyak sarana umum yang habis tersapu banjir dari Sungai Cisuluheun, akibat bencana banjir tersebut hektaran sawah, lima lokal Gedung SMP Islam, serta sarana pendukung lainnya seperti Toilet, mushola, lapangan sepak bola habis terkena bajir hingga tidak ada barang yang bisa diselamatkan.

Menurut keterangan tokoh masyarakat Jaja Sujai, pelatihan siaga bencana alam sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pengetahuan bagaimana masyarakat harus bersahabat dengan alam dan bagaimana mengatasi bencana.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini