Mahasiswa Unsoed Siap Taklukan Gunung Huascaran Peru

ant, · Rabu 20 Juli 2016 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 19 65 1441795 mahasiswa-unsoed-siap-taklukan-gunung-huascaran-peru-TYQMMK0BRK.jpg Foto: Ilustrasi (Okezone)

PURWOKERTO - Empat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, siap menaklukkan Gunung Huascaran di Peru. Staf Ahli Rektor Unsoed Bidang Humas, Alief Einstein mengatakan, para mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim Ekspedisi Soedirman VI.

"Keempat mahasiswa itu, yakni Aji Kurniawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dwi Novian Arbi dan Arizal Maulana dari Fakultas Hukum, serta Hesti Nugrahani dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Mereka merupakan anggota Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam Unsoed," ujarnya, disitat dari Antara, Rabu (20/7/2016).

Dalam pendakian yang akan dilakukan pada gunung yang memiliki ketinggian 6.768 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, para mahasiswa akan didampingi oleh petugas dari Kedutaan Besar Republik Indonesia dan pemandu wisata di Peru.

"Mereka akan berangkat ke Peru pada Agustus untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan bendera almamater Unsoed Purwokerto di puncak Huascaran. Pendakian ke Gunung Huascaran oleh tim UPL MPA Unsoed merupakan pendakian pertama yang dilakukan oleh orang Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, kata dia, tim UPL MPA Unsoed telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya melalui pendakian Gunung Elbrus di Rusia pada 2005, Gunung Kilimanjaro di Tanzania pada 2009, dan Gunung Cartenz Pyramide di Papua pada 2012.

Salah seorang anggota tim ekspedisi, Arizal Maulana mengatakan, pihaknya telah menjalani serangkaian latihan dan simulasi sejak Februari sebagai persiapan untuk mendaki Gunung Huascaran.

Selain di Gelanggang Olahraga Soesilo Soedarman dan Graha Widyatama Unsoed, lanjut dia, latihan juga digelar di Gunung Sindoro dan Gunung Slamet.

Menurut Arizal, salah satu latihan yang digelar di Gunung Slamet berupa berjalan dengan membawa beban agar saat mendaki Gunung Huascaran para pendaki sudah terbiasa dengan beban berat.

"Pada saat ekspedisi nanti, kami kurang lebih akan membawa beban 25 kilogram. Kami juga diharuskan membawa logistik, peralatan kamping, peralatan gunung es, serta peralatan gunung es lainnya," tutupnya. (ira)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini