Nasib Tragis Bocah di Majalengka Dirantai Karena Suka Mengamuk

Agregasi Pikiran Rakyat, · Kamis 21 Juli 2016 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 21 525 1443584 nasib-tragis-bocah-di-majalengka-dirantai-karena-suka-mengamuk-LkC9F1elBj.jpg Eros, bocah 14 tahun yang dirantai orangtuanya (foto: PR Online)

MAJALENGKA - Eros (14) anak pasangan Enas dan Hasan warga Blok Jagreug, Desa Sukawana, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang mengalami gangguan jiwa terpaksa dirantai alasannya bila dibiarkan sering merusak barang atau perabotan rumah tangga.

Kini bagian kaki kanan Eros dirantai sepanjang kurang lebih 30 cm di belakang rumah orangtuanya serta neneknya. Tak jauh dari tepat Eros dirantai terdapat saluran air dari Bendung Kamun. Sedangkan tangan dan kaki kanannya dibiarkan leluasa agar bisa bergerak ketika ingin makan atau minum.

Di bagian samping tubuhnya terdapat pohon pepaya yang sudah cukup tinggi serta tikar yang tiap ujungnya diikat memanjang ke samping, mungkin untuk berteduh bila terik matahari atau saat matahari muncul dari arah tumur.

Sesekali dia berteriak meski tak jelas teriakannya. Teriakan tersebut, kata orangtuanya muncul bila di antaranya bila ingin makan atau bila penyakitnya sedang kumat.

Menurut keterangan Neneknya Iwik dan ibunya Enas, tanda-tanda Eros mengalami gangguan jiwa sudah muncul sejak masih bayi umur dua bulanan. Ketika lahir kondisi matanya terus ke atas dan warnanya tampak keputihan seperti berlendir serta seluruh tubuhnya berwarna kuning.

Saat itu keluarganya segera membawa Eros ke dokter dan menjalani perawatan beberapa kali di Rumah Sakit Cideres serta RSUD Majalengka, hingga suatu saat dinyatakan sehat. Namun tidak lama kemudian tubuhnya kembali panas dan kembali menjalani perawatan.

“Pernah geus paeh, geus disirahkeun ngaler, waktu rek dimandian tanganan ngerejet deui tuluy ku indungna dibere susu kanu sendok, tos kitu hireup deui. (Dia pernah dinyatakan meninggal, telah ditidurkan ke arah utara, ketika akan dimandikan ujung tangannya bergerak, begitu diketahui bergerak ibunya segera memberi ASI melalui sendok, hingga akhirnya dinyatakan hidup kembali),” ungkap Iwik.

Namun, menurut Iwik, perilaku bayi seolah tidak wajar, dia sering menangis berlebihan, tidak seperti bayi-bayi lainnya. Orang pintar mengatakan kalau cucunya kemasukan satu setan dan tidak akan bisa disembuhkan.

“Cenah ayeuna mah setana oge geus lima, beuki loba beuki hese dicageurkeun (katanya sekarang setan yang masuk ke tubuh Eros sudah ada lima, semakin sulit untuk disembuhkan),” ujar Iwik.

Semakin besar, perilaku Eros semakin memprihatinkan, bila kakinya tidak dirantai maka dia pergi kemana-mana dan merusak barang yang ada di rumah atau barang milik orang lain. Jemuran tetangga diambil kemudian dibuang, barang yang ada di depan rumah orang diambil dan dibuang ke aliran sungai. Kasur yang ada di rumah dibakar bahkan suatu saat pernah membakar traktor hingga rantai traktor rontok.

“Sudah malu dengan tetangga dan warga lain, orang-rang kerap ngomel dan datang ke rumah minta pengganti barang karena barangnya dibuang atau di rusak cucu saya. Lama kelamaan kami kerepotan harsu mengganti barang tetangga desa,” kata Iwik.

Menurut Enas, di rumahpun bila didekatkan dengan dinding tembok maka dinding dirusak dicakari hingga berlubang, karena kukunya sangat kuat. “Barang-barang rusak,” kata Enas.

Keluarga, menurutnya, sudah terus menerus berupaya mengobati ke sejumlah dokter, ahli syaraf, dan dokter lainnya serta kepada orang pintar. Semua orang pintar yang yang diketahuinya pernah didatangi namun penyakit jiwa Eros tak kunjung sembuh.

“Malah ada yang bilang harus mandi di Buyut Trusmi juga sudah tiga kali dilaksanakan,” ungkap Enas.

Iwik meyakini kalau penyakit gangguan jiwa yang diderita cucunya akibat “titisan” konon dulu ketika Eros berusia 7 bulan dalam kandungan, ayahnya memukuli orang gila yang ada di depan rumahnya, gara-gara orang gila tersebut terus memukuli pembakaran sampah hingga debu dan asapnya mengotori rumah. “Nu matak lamun keur hamil kudu ati-ati” ungkap Iwik.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini