nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunakan Alat dari Tulang, Manusia Prasejarah Gua Kidang Dianggap Lebih Cerdas

ant, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2016 11:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 07 22 510 1444130 gunakan-alat-dari-tulang-manusia-prasejarah-gua-kidang-dianggap-lebih-cerdas-37Cr0uGrYE.jpg Ilustrasi

SLEMAN - Balai Arkeologi Yogyakarta mendapati fakta bahwa manusia prasejarah yang hidup di Gua Kidang, Desa Tinapan, Tadonan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sudah mulai cerdas.

Untuk itu, situs prasejarah ini dianggal memiliki keistimewaan tersendiri, dibandingkan temuan situs prasejarah di seluruh Jawa.

Hal ini dapat terjadi karena kehidupan di lokasi tersebut menunjukkan kecerdasan dari manusia yang menempatinya, dilihat dilihat dari temuan teknologinya.

"Dari sisi teknologinya, beda dengan manusia-manusia prasejarah di gua-gua yang ada di Gunung Sewu. Di Gua Kidang, sudah mulai cerdas. Jadi lebih istimewa dibandingkan temuan di seluruh Jawa," kata Ketua Tim Peneliti Gua Kidang dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Indah Asikin Nurani, Jumat (22/7/2016).

Indah mengatakan, artefak atau alat bantu kehidupan manusia prasejarah di Gunung Sewu, kebanyakan bahan bakunya dari batu. Sementara, di Gua Kidang terbuat dari tulang dan cangkang.

"Di Gua Kidang sumber bahan bakunya hampir tidak ada. Ada tapi tidak menonjol, bahan bakunya dari batu gamping," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk menciptakan alat bantu manusia dari tulang dan cangkang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding bahan batu. Uuntuk membuat lancipan, misalnya, cara pemangkasannya harus lebih berhati-hati.

"Perbedaan yang mencolok, perlu kecanggihan dalam pemahaman pemangkasannya. Berbeda ketika membuatnya dengan batu," tuturnya.

Menurut Indah, pada zaman prasejarah, alat-alat tersebut digunakan untuk mengorek, mengolah tanah, atau juga mengolah makanan. Temuan artefak yang berbeda ini, membuat temuan di Gua Kidang diperlakukannya secara khusus. Dilakukan penelitian secara berkesinambungan setiap tahunnya.

"Terakhir penelitian pada April hingga Mei kemarin. Meski, tidak bisa dipastikan apakah akan ada temuan baru atau tidak. Karena ini misteri semua. Sebenarnya penelitian dihentikan saat ini bisa saja, tapi siapa yang tahu nanti akan ada temuan yang lebih lagi. Jadi, kalau target kapan selesainya, tidak bisa ditentukan," kata dia.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini