Warga Keluhkan Air PDAM Keruh

Agregasi Pikiran Rakyat, · Jum'at 22 Juli 2016 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 22 525 1444463 warga-keluhkan-air-pdam-keruh-0eveRhe4Y5.jpg foto: ilustrasi

MAJALENGKA - Sejumlah konsumen Perusahaan Daerah Air Minum di Majalengka mengeluhkan kondisi air yang keruh seolah bercampur lumpur sejak dua hari lalu, akibatnya air tidak bisa dipergunakan sebagai air minum.

Maman, warga Kelurahan Majalengka Kulon menyebutkan, kotornya air PDAM mulai terjadi sejak Kamis siang, 21 Juli 2016. Hingga hari ini, Jumat, (22/7/2016) kondisi air masih tetap keruh belum bisa dipergunakan untuk air minum atau pun memasak.

“Istri saya hanya memanfaatkan air PDAM untuk mandi dan mencuci sedangkan untuk masak terpaksa menggunakan air galon, karena kalau dipaksakan dipergunakan untuk masak rasanya agak kurang pas dengan air keruh ini, airnya seperti air bedeng (air irigasi),” ungkap Maman.

Hal yang sama disampaikan Mamah Sunamah yang mengaku kaget saat mengisi bak mandi ternyata seluruh air yang ada di bak mandi keruh. Hingga dia mengaku terpaksa membuang seluruh air yang ada, namun hingga dua kali pengisian air masih tetap keruh.

Mamah menduga keruhnya air akibat banjir di sungai sehingga berdampak pada kerihnya air ke konsumen. Walaupun menurutnya biasanya hujan deras sebesar apapun kondisi air PDAm tidak pernah keruh.

“Saya menduga keruhnya air ini karena hujan, atau kurangnya obat penjernih air yang dilakukan pihak PDAM, karena sudah dua hari air masih tetap keruh,” kata Mamah.

Direktur Utama PDAM Majalengka Agus Andri mengakui keruhnya kondisi air PDAM untuk wilayah Majalengka, akibat adanya pipa transmisi yang rusak di perempatan Cigasong, Kelurahan Cigasong, Kabupaten Majalengka akibat dilakukannya pelebaran ruas jalan. “Ada pipa transmisi yang rusak akibat terkena galian, sehingga lumpur masuk ke dalam pipa, dampaknya air ke konsumen kotor,” ungkap Agus.

Namun demikian menurut Agus pada Kamis malam kondisi pipa sudah diperbaiki sehingga pasokan air ke seluruh konsumen sudah mulai lancar kembali. Persoalan kualitas air yang masih koror menurut Agus itu diduga masih ada sisa lumpur yang mengendap di dalam saluran air sehingga air maish namoak kotor.

Bila ingin cepat bersih, konsumen disarankan agar membuang seluruh air yang kotor tersebut, hanya saja pembuangan air tersebut bakal berdampak pada tingginya penggunaan air. “Bila ingin cepat bersih memang air harusnya dibuang, hanya memang dampaknya pada kenaikan rekening karena penggunaan akan dianggap tinggi,” ujar Agus.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini