Fatwa Haram Pokemon Go, MUI Jombang Tunggu Keputusan Pusat

Zen Arivin, Okezone · Senin 25 Juli 2016 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 25 519 1446520 fatwa-haram-pokemon-go-mui-jombang-tunggu-keputusan-pusat-QnK2mFwmet.jpg

JOMBANG - Larisnya permainan Pokemon Go, membuat kalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di beberapa daerah mengeluarkan fatwa haram. Namun, MUI Jombang masih belum mengeluarkan fatwa tersebut. Alasannya, MUI Jombang masih menunggu keputusan MUI pusat.

"MUI Jombang sendiri belum bisa memutuskan. Saat ini MUI pusat sedang identifikasi permasalahan. Khusus untuk Jombang, hanya bisa mengimbau. Upayakan jangan mudah tergoda dengan permainan seperti ini," ujar Ketua MUI Jombang, KH Kholil Dahlan, Senin (25/7/2016).

Menurut KH Kholil, permainan Pokemon Go cukup menguras energi. Sehingga mereka yang memainkannya, sering melupakan tugas utama. Dia mencontohkan, dampak permainan ini bagi para pelajar yang tugas utamanya adalah belajar. Menurutnya, jika mengikuti permainan ini, maka bukan tidak mungkin akan mengacaukan siswa saat belajar.

"Kalau pegawai, maka tugas kesehariannya melayani masyarakat akan kacau. Terlebih lagi mereka yang bekerja sebagai anggota TNI. Pasti keamanan menjadi terganggu," imbuhnya.

KH Kholil pun tak menampik jika di beberapa daerah, MUI setempat sudah mengeluarkan fatwa dan mengharamkan permainan itu. Menurutnya, hal itu didasarkan dari kajian-kajian yang dilakukan terkait dengan permainan itu. Dimana, faktor keburukanya lebih besar dibanding manfaatnya.

"Karena mudaratnya lebih besar ketimbang manfaatnya, sehingga beliau-beliau itu memutuskan permainannya haram," terangnya.

Menurut kiai yang juga pengasuh pondok pesantren (ponpes) Darul Ulum Rejoso ini menjelaskan, jika dilihat dari hukum agama, permainan Pokemon Go ini bisa disamakan dengan khamer sebenarnya. Menurutnya, di dalam Alquran, khamer ditetapkan haram oleh Allah. Meskipun memang ada manfaatnya bagi manusia, tapi madaratnya lebih besar sehingga diharamkan.

"Meskipun ini bukan narkotika atau minuman, tapi itu (game Pokemon Go) menjadi konsumsi otak. Itu sama statusnya dengan khamer," ungkapnya.

Maka dari itu, MUI Jombang hanya bisa menghimbau agar masyarakat menghindari permainan Pokemon Go itu. Mengingat mudaratnya lebih besar dari pada manfaatnya. Sembari menunggu fatwa atau keputusan dari MUI pusat.

"Kami anjurkan untuk dihindari. Supaya tidak mengganggu tugas ibadah amaliyah sehari-hari. Sambil kita menunggu bagaimana hasil pembahasan yang dilakukan MUI pusat," tandasnya.

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengharamkan permainan Pokemon Go yang seakan-akan menghipnotis para pemainnya untuk mencari pokemon hingga nekat menerobos sejumlah tempat.

Wakil Ketua MUI Indramayu, Sofyan Tsauri menegaskan bahwa bermain Pokemon Go tidak boleh bahkan bisa haram, pasalnya banyak dampak negatif yang ditimbulkannya seperti menyia-nyiakan waktu yang sangat bermanfaat untuk jalan-jalan bahkan lari-lari demi memburu Pokemon.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini