nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korsel Peringatkan Warganya terhadap Penculikan oleh Korut

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 27 Juli 2016 02:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 07 27 18 1447583 korsel-peringatkan-warganya-terhadap-penculikan-oleh-korut-4dOQ5QIjtz.jpg Warga Korsel hilir mudik di sebuah stasiun (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)

SEOUL – Korea Selatan (Korsel) memperingatkan warganya yang berada di China dan Asia Tenggara akan risiko “perilaku berbahaya” Korea Utara (Korut). Peringatan dikeluarkan setelah muncul kabar Korut telah mengirim agen ke negara-negara tersebut untuk menculik atau melukai warga Korsel.

Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korsel Sun Nahm-kook mengatakan, misionaris Kristen dan wartawan asal Korsel, serta “pembelot Korut” adalah target utama mereka. Aksi tersebut dilakukan sebagai balas dendam terhadap pemberian suaka kepada pekerja restoran milik Pemerintah Korut di China yang membelot ke Korsel. (Baca juga: Pegawai Restoran Milik Pemerintah Korut Kembali Membelot)

“Pemerintah telah meningkatkan pemantauan atas kemungkinan tindakan berbahaya Korut terhadap warga negara kami dan telah meningkatkan keamanan untuk keamanan mereka,” tutur Sun dalam press briefing di Seoul, seperti dimuat Reuters, Rabu (27/7/2016).

Ia menambahkan, semua Kedutaan Besar (Kedubes) Korsel yang berada di China dan Asia Tenggara telah mendesak diaspora Negeri Ginseng untuk ekstra waspada. Mereka juga diminta untuk menghindari kontak apa pun dengan warga Korut.

Kantor berita Yonhap pada Selasa 26 Juli 2016 mengabarkan, Kim Jong-un telah mengirim lebih dari 10 tim berisi agen Korut ke China dan Asia Tenggara dengan target warga-warga Korsel. Informasi tersebut diklaim didapatkan dari sebuah sumber yang ditugaskan untuk memantau perkembangan di Pyongyang.

Kedua Korea secara de facto masih terlibat perang saudara yang berlangsung pada 1950-1953 karena hanya diakhiri dengan perjanjian gencatan senjata alih-alih pakta perdamaian. Sejak itu, sekira 29 ribu orang telah menyeberang dari Korut ke Korsel, termasuk 1.276 orang pada 2015.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini