Jelang Eksekusi, Kemenlu Minta Negara Lain Hormati Hukum Indonesia

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 28 Juli 2016 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 28 18 1449032 jelang-eksekusi-kemenlu-minta-negara-lain-hormati-hukum-indonesia-ucNcw1o0t1.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Eksekusi mati warga negara asing (WNA) yang menjadi narapidana kasus narkoba di Indonesia, membuat negara-negara asing geram dengan kekerasan hatian Pemerintah RI.

Pakistan misalnya. Sudah berkali-kali mereka meminta Pemerintah RI untuk mengkaji kembali pendakwaan terhadap warganya, Zulfikar Ali. Australia bahkan sudah meradang karena hal ini.

Akan tetapi, Indonesia bersikeras, status darurat narkoba adalah landasan utama penegak hukum harus menindak tegas pada para bandar narkoba yang menyelundupkan obat-obatan terlarang itu. Apalagi, dasar hukumnya masih termaktub dalam konstitusi Indonesia, UUD 1945.

"Yang pasti, hak hukumnya sudah dipenuhi dan diberikan semua (oleh Pemerintah RI). Target kami jelas. Yang dihukum mati adalah bandar. Sementara pemakai hanya direhabilitasi," tukas juru bicara Kementerian Luar Negeri (jubir Kemenlu) RI, Armanatha Nasir di Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Dia menambahkan, permasalahan hukum mereka adalah ranah Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Sementara Kemenlu dalam hal ini berkewajiban memberikan notifikasi kepada Kedutaan Besar (Kedubes) terkait, mengenai adanya warga mereka yang dijerat pidana di sini.

Menurutnya, biasanya hal itu cukup sekali saja dilakukan. Sedangkan Kemenlu RI sudah melakukan lebih dari itu.

"Dan perlu diingat di sini. Indonesia selalu menghormati aturan dan hukum yang berlaku di negara lain, jadi kami juga berharap negara lain mau menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Sebagaimana hal ini tidak melanggar ketentuan HAM internasional," tegasnya.

Dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia akan menyiapkan eksekusi mati gelombang tiga terhadap 14 orang. Empat di antaranya merupakan WNI yang masing-masing berasal dari Pakistan, India, Zimbabwe dan Nigeria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini