China Tolak Putusan Arbitrase dan Klaim Natuna, Pengamat: Aneh!

Dara Purnama, Okezone · Sabtu 30 Juli 2016 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 30 18 1450768 china-tolak-putusan-arbitrase-dan-klaim-natuna-pengamat-aneh-aMDNMlQFJI.jpg China aneh jika tolak putusan PCA. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pengamat Budaya dan Politik China dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Abdullah Dahana mengatakan jika China terus menolak putusan Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA), maka ke depannya negara itu bisa saja dijauhi oleh negara-negara lain di kawasan.

Menurut Guru Besar Emiritus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI tersebut, saat ini China seperti berupaya menjadi pesaing negara adidaya seperti Amerika Serikat.

Belakangan, Negeri Tirai Bambu juga bersikeras mengklaim laut Natuna Indonesia menjadi bagian dari wilayah memancing tradisional, yang sudah digeluti nelayan menurut sejarah Laut China Selatan.

Akan tetapi, Dahana menerangkan sikap dan pandangan pemerintah Tiongkok itu justru sangat aneh. Tidak ada bukti, tetapi berani klaim. Sekarang bahkan mengabaikan putusan internasional.

"China menolak keputusan mahkamah internasional, ini agak aneh menurut saya karena ketika ikut dalam PBB dia juga menandatangani konvensi dunia kemaritiman ini. Jadi agak kontradiktif apa yang dilakukan China ini," tukas Dahana dalam diskusi bertema 'Kita dan Sengketa Laut China Selatan', di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2016).

Dalam perjanjian tersebut ada yang namanya Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang memberi setiap negara wilayah kedaulatan laut sebatas 200 mil jauhnya dari garis dasar pantai terluar. Aturan UNCLOS ini membuat China tidak bisa memonopoli hasil sumber daya alam LCS.

Upaya China mempertahankan wilayah perairan sengketa itu dinilai Dahana sebagai bagian upaya peningkatan perekonomian. Dengan sikap seperti ini, China seperti melupakan ideologi lamanya sosialis-komunis menuju kapitalis.

"Kapitalis negara ini karena semua kegiatan ekonomi dikontrol oleh negara," katanya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini