Kepala Negara di ASEAN Tidak Ada yang Kuat Lawan China

Dara Purnama, Okezone · Sabtu 30 Juli 2016 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 30 18 1450854 kepala-negara-di-asean-tidak-ada-yang-kuat-lawan-china-e4R3BrYMO3.jpg Peta sengketa kedaulatan di Laut China Selatan. (Foto: CNN)

JAKARTA - Pengamat Budaya dan Politik China dari Universitas Indonesia, Abdullah Dahana menilai kepala negara dan pemerintaha yang ada di ASEAN terlalu lemah untuk menantang China.

Apalagi jika bicara sengketa di Laut China Selatan. Hasil pertemua menteri luar negeri ASEAN (AMM) dan mitra wicaranya (ARF) di Vientiane, Laos kemarin juga tidak berdaya menghadapi klaim sepihak dari China di LCS.

"Masalah ASEAN di sini, tidak ada pemimpin kuat. Ketidakhadiran Soeharto, ketidakhadiran Lee Kuan Yew, ketidakhadiran Mahathir Mohammad, hanya menjadikan ASEAN ini sebagai tempat untuk konsultasi. Bukan lagi suatu kekuatan bersama untuk menghadapi China," kata Dahana dalam diskusi bertajuk 'Kita dan Sengketa Laut China Selatan' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2016).

(Baca juga: Sudah Tak Satu Suara, Indonesia Disarankan Keluar dari ASEAN)

Dahana justru khawatir dengan sikap lemah ASEAN ini, bisa saja anggotanya di masa mendatang menuntut keluar. Sebut saja yang paling ngotot menghadapi China di LCS, Filipina dan Vietnam.

"Siapa tahu ya seperti yang terjadi di Uni Eropa. Jika di Inggris Raya ada Brexit, di ASEAN nanti ada Vietxit atau Filipinxit. Mereka akan keluar dari ASEAN karena merasa tidak mendapatkan dukungan dari organisasi yang menaungi negara-negara Asia Tenggara tersebut.," tukasnya.

Bahkan dua negara lain yang punya masalah dengan Negeri Panda di Laut China Selatan, yakni Malaysia dan Brunei Darussalam tidak turut unjuk suara. "Begitu juga dengan Indonesia yang sempat bermasalah dengan China soal Natuna, diam-diam saja tuh," pungkas Abdullah.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini