nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sengketa Natuna Jangan Meluas Jadi Masalah Kedaulatan

Dara Purnama, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2016 14:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 07 30 18 1450868 sengketa-natuna-jangan-meluas-jadi-masalah-kedaulatan-OFYBoguKqW.jpg Kapal AL Indonesia di Natuna. (Foto: Reuters/Antara)

JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Purnawirawan Ahmad Sucipto menyarankan jangan sampai sengketa klaim China atas perairan Natuna bergeser menjadi permasalahan politik bahkan masalah kedaulatan. Presiden Jokowi sendiri menurutnya mempunyai sikap jelas atas sengketa tersebut.

"Bapak Presiden bilang kita tetap akan mempertahankan legalitas kepemilikan hak kita terhadap wilayah itu (Natuna). Yang pokok, jangan digeser menjadi politik menurut saya. Jadi tetap masalah overlapping (tumpang-tindih) zona ekonomi ekskusif sajalah. Jangan berubah menjadi masalah kedaulatan. Karena kalau sudah menyangkut masalah kedaulatan dimensinya akan lebih luas lagi," kata Ahmad dalam diskusi yang bertema 'Kita dan Sengketa Laut China Selatan' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2016).

Sebelumnya, Juni 2016 terjadi penangkapan sejumlah kapal nelayan China oleh satuan TNI AL. Hal ini bahkan memicu protes oleh pemerintah Beijing. Mereka mengatakan kawasan penangkapan itu sebagai zona penangkapan ikan tradisional nelayan China.

"Saya kira setelah kejadian Juni, kita ada clash menyangkut penangkapan kapal ikan China yang melanggar zona ekonomi ekslusif dan kebijakan IUU Fishing Indonesia. (Soal itu,) kita juga melaksanakan tindakan peringatan," ungkap dia.

Ketika diberikan peringatan, China pun bereaksi. "Mereka bilang Indonesia dengan China ada masalah overlapping klaim di Laut China Selatan. Kata-kata itu (tumpang tindih) sebelumnya enggak pernah muncul," tuturnya.

Pasca kejadian tersebut, Ahmad menjelaskan, ada perubahan pandangan. Indonesia tidak bisa lagi mengatakan tidak memihak (non alignment). Sehingga masalah tumpang tindih pada batas garis imajiner Nine Dash Line yang ditetapkan China dengan ZEE Indonesia harus segera diselesaikan.

(Sil)

Berita Terkait

Kepulauan Natuna

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini