Ada Empat Terpidana Mati Mendekam di Lapas Pekanbaru

ant, · Senin 01 Agustus 2016 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 01 340 1452316 ada-empat-terpidana-mati-mendekam-di-lapas-pekanbaru-sWxCxxBPXn.jpg Ilustrasi

PEKANBARU - Empat orang terpidana mati kasus peredaran narkoba dan perampokan disertai pembunuhan masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekanbaru, Riau.

"Hukuman mati ada empat di Lapas kita. Ada narkoba dan ada kriminal," kata Kepala Lapas Klas IIA Pekanbaru, Frans Elias Nico kepada Antara di Pekanbaru, Senin (1/8/2016).

Terpidana mati tersebut masing-masing adalah Andi Paula dan Candra Purnama, terpidana perampokan sadis yang menyebabkan korbannya meninggal dunia saat menunaikan salat subuh.

Dua lainnya adalah Ng Huk Kwan alias Jimmy dan AR Ibrahim yang dijatuhi hukuman mati dalam kasus upaya penyelundupan 46,5 kilogram sabu asal negara asalnya Malaysia.

Sementara, AR Ibrahim merupakan terpidana mati kasus kepemilikan 8 ton ganja kering asal Provinsi Aceh yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau.

Dikatakan Nico, keempat terpidana mati tersebut tidak menghuni sel khusus dan tidak pula diberikan pengamanan ekstra. Hal itu dilakukan agar tidak membuat terpidana menjadi tertekan.

"Tidak ada pengasingan atau penjagaan khsusu karena dapat mengganggu upaya pembinaan mereka," jelasnya.

Keberadaan terpidana hukuman mati itu, pihkanya telah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. "Kemarin ada lima petugas Kementerian yang mendata mereka," jelasnya.

Selain keempat orang itu, Lapas Klas IIA Pekanbaru juga menahan tiga lainnya yang juga dipidana mati dan 19 terpidana seumur hidup. Bedanya, mereka yang dijatuhi hukuman mati masih melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini