Peringatan Illegal Fishing MA China Multitafsir soal LCS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 02 Agustus 2016 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 02 18 1452992 peringatan-illegal-fishing-ma-china-multitafsir-soal-lcs-SB0d5rX3XV.jpg Kepulauan Spratly di Laut China Selatan (Foto: Reuters)

BEIJING – Mahkamah Agung (MA) China menyatakan bahwa praktik illegal fishing di perairan China dapat berujung hukuman satu tahun penjara. Peringatan tersebut menimbulkan tafsiran hukum bahwa perairan yang dimaksud adalah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Negeri Tirai Bambu.

Pada 12 Juli 2016, Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) menyatakan China tidak memiliki klaim sejarah atas Laut China Selatan (LCS). Klaim Beijing itu secara langsung menerobos hak kedaulatan Filipina. Tidak ada satu pun wilayah di pulau artifisial Spratly yang masuk ZEE China.

MA tidak secara langsung menyebutkan LCS maupun putusan PCA dalam peringatan tersebut. Namun, mereka mengaku penjelasan hukum itu sudah dibuat sejalan dengan hukum China dan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) pada 1982.

“Kekuatan yudisial adalah komponen penting dalam wilayah kedaulatan suatu negara. Pengadilan akan secara aktif menguji yurisdiksi atas perairan wilayah China, mendukung departemen administratif untuk melaksanakan tugas pengaturan maritim secara legal, dan menjaga wilayah kedaulatan serta kepentingan maritim China,” ujar MA, seperti dimuat Reuters, Selasa (2/8/2016).

MA menambahkan, yurisdiksi perairan wilayah dalam penjelasan itu mencakup soal zona berdekatan, ZEE, dan batas landas kontinen. Memasuki perairan China secara gelap dan menolak pergi setelah diusir atau memasuki kembali wilayah setelah diusir dan pernah dikenai denda sebelumnya akan dianggap sebagai kejahatan berat dengan hukuman hingga satu tahun penjara.

“Penjelasan itu memberi jaminan hukum bagi aparat penegak hukum maritim,” tutup pernyataan MA China.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini