Image

Mahasiswa Papua Sebaiknya Tak Mendukung OPM

, Jurnalis · Selasa, 2 Agustus 2016 - 20:39 WIB
Foto: Ilustrasi Okezone Foto: Ilustrasi Okezone

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan orang Papua itu tidak sekadar saudara bagi masyarakat Yogyakarta, tetapi bagian dari bangsa Indonesia, karena itu bagi yang mempunyai aspirasi separatis jangan tinggal di Yogyakarta. Yogyakarta sudah kondusif bagian dari Republik Indonesia,’’ tegas Sultan pada wartawan usai acara pamitan Kontingen Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) PMR (Palang Merah Remaja) VIII 2016 PMI DIY di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (19/7).

Dia mengatakan setiap tahun selalu memperingatkan kepada orang Papua yang tinggal di Yogyakarta jangan melakukan aspirasi separatis. Mereka setiap tahun selalu memperingati OPM (Organisasi Papua Merdeka). "Karena itu saya minta kepada teman-teman sebangsa, sesaudara jangan punya aspirasi separatis,’ ’tuturnya. Sultan pun mengatakan, Kamis (21/7), seluruh ormas Se-DIY mau bertemu dia.

”Mereka akan bertemu saya terkait dengan Papua, bagaimana? Mereka akan mempertanyakan kenapa saya memberikan ruang kepada Papua,’’ ujar Raja Keraton Yogyakarta ini. Ketika ditanya tentang keinginan anggota DPRD Papua untuk bertemu Gubernur DIY Sri Sultan HamengkuBuwono X, Sultan mempersilakan. ''Silakan saja kalau mau bertemu saya. Tetapi saya belum menerima suratnya,''kata dia.

Pernyataan Gubernur Yogyakarta tersebut langsung direspons secara emosional oleh Mathias Wenda yang mengaku sebagai kepala suku di Papua dalam sebuah artikel. Mathias Wenda menyatakan, Tanah Papua tidak pernah mengusir kalian, Tanah Papua tidak pernah memarahi kalian, Tanah Papua kalian tinggalkan, karena penjajah memaksa kalian harus merantau, kata mereka untuk menimba ilmu. Adalah kemauan orang Jawa NKRI yang membuat kami orang Papua harus terpaksa merantau ke Jawa.

Oleh karena kalian saat ini telah ditolak merantau dan hidup di pulau Jawa, maka kalian harus punya harga diri, kalian harus mempertahankan martabat bangsa Papua sebagai bangsa yang punya tanah besar, pulau kaya-raya, melimpah dengan segala kekayaan. Kalian harus beritahu kepada kepala suku Jawa, dan yang lainnya dengan kepulangan anak-anak Papua ke tanah leluhur, maka pertama-tama orang-orang Jawa yang hidup mencari nafkah dan kekayaan di Tanah leluhur orang Papua harus pulang, karena itulah hukum alam, hukum manusiawi, dan konsekuensi logis

Sementara itu, sejak 24 Juli 2016, perwakilan dari pemerintah Papua telah tiba di Yogyakarta. Kedatangan mereka bertujuan untuk bertemu dan mendengarkan langsung dari mahasiswa Papua di Yogya terkait pengepungan asrama Kamasan I Papua oleh aparat kepolisian dan ormas pada, 14-15 Juli 2017 ketika mahasiswa Papua berencana menggelar aksi mendukung ULMWP masuk sebagai anggota tetap MSG dan menuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Papua Barat. “Tim dari DPRP yang dipimpin Yanni terdiri dari Komisi I DPR Papua bidang Politik, Hukum dan HAM yakni Ketua Komisi I, Elvis Tabuni, Sekretaris Komisi I, Mathea Mamoyau, anggota Komisi I selain saya ada juga Wilhelmus Pigai, Tan Wie Long dan Wakil Ketua Komisi II, Madai Kombo,” kata Laurenzus Kadepa dalam sebuah artikel.

Mahasiswa Sebaiknya Tidak Terhasut Propaganda OPM

Pernyataan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, secara substantif tidak ada salahnya, karena sebagai kepala daerah tentunya menginginkan agar situasi di daerahnya tetap kondusif dan aman, agar jalannya pembangunan tidak terganggu, sehingga kesejahteraan rakyat akan segera tercapai.

Disamping itu, pernyataan orang nomor satu di Yogyakarta ini secara esensi juga sudah benar, sebab rakyat Papua adalah saudara bagi seluruh suku bangsa di Indonesia, dan Papua sangat diinginkan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dari Indonesia, sebab integrasi Papua ke Indonesia sudah final dan sah secara hukum positif nasional dan hukum internasional.

1 / 2
  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming