nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar Perempuan Arab Pertama Menangi Kompetisi NASA

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2016 20:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 08 02 65 1453337 pelajar-perempuan-arab-pertama-menangi-kompetisi-nasa-hvjUceooAx.jpg Ilustrasi: ist.

YORDANIA - Mahasiswi di sebuah kampus Yordania menjadi pelajar perempuan Arab pertama yang memenangi kompetisi prestisius besutan NASA. Salah satu hadiahnya adalah menjalani program pelatihan selama enam bulan di agensi antariksa Amerika Serikat (AS) itu.

Ayat Amer adalah mahasiswi tahun keempat di Fakultas Teknik dan Komputer di Hashemite University. Kepada Huffington Post, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (2/8/2016), Ayet mengaku, turut berpartisipasi pada kompetisi tahun lalu namun tidak memiliki kemampuan finansial untuk pergi ke Amerika Serikat.

"Saya juga tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini," ujar Ayat.

Barulah setelah mendapat beasiswa kuliah di Stanford University selama satu tahun, Ayat mampu mengajukan proposal proyeknya ke NASA. Program tersebut akan memilih 15 ide inovatif untuk dikembangkan.

Ide Ayat untuk mengeksplorasi Pluto yang memiliki permukaan keras di perairannya amat berbeda dengan proyek lain yang umumnya membahas eksplorasi di bulan atau Mars. Pada Juni, Ayat menerima respons dari NASA yang menyatakan dia masuk dalam daftar pemenang kompetisi.

"Beasiswa Stanford amat membantu saya untuk memasuki AS dan berkomunikasi langsung dengan agensi luar angkasa AS," ujar Ayat.

Ayat sendiri merasakan pengalaman menarik selama tinggal di Amerika. Dia menyebut, orang-orang yang ditemuinya di jalan tidak mengetahui dia muslim karena Ayat tak mengenakan jilbab. Tetapi ketika berbincang dan mengetahui bahwa dia adalah orang Arab, cara mereka memperlakukan Ayat pun berbeda.

Selama ini, kata Ayat, dia tinggal dengan tiga gadis lainnya. Setelah pembantaian di Orlando, sikap mereka pun berubah terhadapnya.

"Tetapi saya jelaskan kepada mereka bahwa kewarganegaraan seseorang tidak menentukan apakah ia akan menjadi pelaku kekerasan atau tidak. Selain itu, di setiap komunitas pun pasti ada orang baik dan jahat. Bepergian dan pengembangan pribadi sangat penting bagi semua orang. Saya harap setiap pemuda Arab berani mengeksplorasi komunitas yang berbeda dan mengembangkan diri mereka," papar Ayat.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini