Pilgub Banten Dimulai, Komisioner KPU: Hindari Konflik Kepentingan Kelompok

Iqbal Multatuli, Okezone · Rabu 03 Agustus 2016 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 03 340 1453939 pilgub-banten-dimulai-komisioner-kpu-hindari-konflik-kepentingan-kelompok-6pY6GCHNKu.jpg Ilustrasi (Okezone)

SERANG - Tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017 resmi dimulai dengan diluncurkannya maskot serta jingle Pilgub Banten oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten.

Peluncuran tahapan Pilgub Banten tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) ke seluruh masyarakat Banten agar dapat aktif berpartisipasi dalam pemilihan gubernur yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017.

Tahapan pertama setelah dimulainya agenda Pilgub Banten adalah dibukanya pendaftaran bagi bakal calon gubernur melalui jalur independen dengan jumlah dukungan KTP sebanyak 601.805.

"Hari ini juga bertepatan dengan penyerahan dukungan perseorangan, dimulai hari ini sampai 7 Agustus," kata ketua KPU Banten, Agus Supriatna, Rabu (3/8/2016).

(Baca: Gubernur Banten Ajak Masyarakat Sukseskan Pilgub 2017)

Sementara itu, Komisioner KPU RI, Arief Budiman mengatakan agar seluruh komponen masyarakat Banten dapat meminalisasi ego kepentingan kelompoknya masing-masing dan lebih mendahulukan kepentingan masa depan provinsi Banten. Semua itu ditujukan lantaran Pilkada di Indonesia mendapat sorotan dunia Internasional.

"Jangan pertaruhkan ego masing-masing untuk kepentingan sesaat, tapi dahulukan kepentingan Provinsi Banten untuk masa depan," kata Arif dalam sambutannya.

Peredaman ego kelompok, lanjut dia, diharap bisa meredam konflik saat pilkada berlangsung. Karena dalam sejarah Pilkada Banten sejak 2006-2015, belum pernah tercatat ada konflik di wilayah Banten. Untuk itu, ia meminta agar Banten terus mengupayakan ketiadaan konflik.

"Satu saja perjalanannya tidak aman, tertib, itu akan mengganggu potret perjalanan demokrasi bangsa Indonesia, karena dunia internasional memantau berjalannya demokrasi di Indonesia melalui pilkada serentak," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini