Image

Kisah Tukang Parkir yang Ingin Pergi Haji, Rela Kerja Siang Malam

Markus Yuwono, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2016, 04:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 08 03 510 1453506 kisah-tukang-parkir-yang-ingin-pergi-haji-rela-kerja-siang-malam-KW3OB1Ckm9.jpg Bardi, Tukang Parkir yang Bisa Pergi Haji (Foto: Markus Yuwono)

YOGYAKARTA - Ibadah haji menjadi impian semua umat Islam di seluruh dunia. Tidak terkecuali pasangan Bardi Syafii (53) dan Rumiyati (49).

Bardi yang berprofesi sebagai penjual koran dan rokok pun bekerja tambahan sebagai tukang parkir di sekitar Jalan Mangkubumi, Yogyakarta. Segala peluh dan penghasilan yang ditabung selama puluhan tahun akhirnya membuat pasangan ini mampu pergi haji pada tahun ini.

Sejak 1985, kata Bardi yang juga berprofesi sebagai penjual koran dan rokok bertekad naik haji. Ia pun mengutarakan niatnya kepada sang istri, hingga akhirnya gayung bersambut karena Rumiyati mendukung rencana tersebut.

Setiap hari penghasilannya disisihkan sebesar Rp500 hingga Rp1000. Untuk ukuran saat itu cukup besar bagi penjual kecil seperti dirinya. Namun, niatnya yang tulus membuatnya terus bertekad untuk menjalankan rukun iman Ke-5 ini.

Meski demikian, ia tidak melupakan kewajibannya sebagai orangtua untuk menghidupi dan menyekolahkan anaknya. Bahkan, kedua anaknya saat ini mampu menyelesaikan kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta dan sudah menyelesaikan jenjang S1, bahkan sudah bekerja.

"Saya berjualan dari pagi hingga malam. Selain untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari," katanya kepada wartawan, Selasa (2/8/2016).

Demi usaha tersebut, istrinya lantas membuka warung Lotek di Jalan Mangkubumi. Awalnya banyak yang mencibir usaha yang dilakukan, bahkan tidak sedikit yang menertawakan keinginannya.

"Sempat ada yang tanya, kerja siang malam untuk apa? Saya jawab untuk naik haji malah mereka tertawa," katanya.

Bardi mengungkapkan, untuk mempercepat usahanya, ia pada 2001 memulai menjadi tukang parkir di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta. Ia juga menyisihkan hasil parkir untuk naik Haji.

Uangnya disimpang di kaleng, mulai dari pecahan Rp5000 hingga Rp10 ribu. Namun, pada 2005 ia sempat ingin memutar uang hasil tabungan hajinya sebesar Rp40 juta untuk bisnis. Tetapi bukannya untung malah rugi.

"Tapi mungkin karena sudah mengingkari janji malah jatuh rugi," katanya.

Tekad kembali muncul untuk mengganti uang yang habis, akhirnya uang terkumpul dan dirinya masuk asrama haji pada 17 Agustus 2016. Pasangan ini akhirnya bisa mewujudkan mimpinya.

"Terharu akhirnya bisa berangkat haji bersama istri," tandasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini