Kenakan Niqab, Perempuan Muslim Diusir Keluar Toko

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 04 Agustus 2016 09:43 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 04 18 1454640 kenakan-niqab-perempuan-muslim-diusir-keluar-toko-wKyHH0DmO7.jpg Sarah Safi (32), diusir dari toko swalayan karena pakai niqab. (Foto: WTHR)

GARY – Sarah Safi (32) tidak pernah menyangka akan diusir dari sebuah toko karena atribut keagamaannya. Pasalnya, perempuan itu lahir dan besar di Texas sebelum akhirnya pindah ke Indiana.

Insiden itu terjadi pada Senin 1 Agustus 2016 di Gary, Indiana. Safi masuk ke toko swalayan Family Dollar untuk membeli sesuatu. Akan tetapi, karena memakai niqab, busana perempuan Muslim yang menutupi hampir seluruh tubuhnya kecuali bagian mata, dia diusir keluar oleh kasir dan manajer toko.

“Jika Anda tidak melepaskan penutup itu dari wajah Anda, (maka) saya harus meminta Anda pergi dari toko ini,” kata si manajer toko yang mengaku bernama Jaime, seperti disitat dari Daily Mail, Kamis (4/8/2016).

Safi sangat tidak percaya dirinya harus menerima perlakuan diskriminan tersebut. Sambil merekam kejadian itu, dia mencoba menjelaskan kepada si pengelola toko bahwa pakaian yang dikenakannya adalah busana wajib bagi perempuan beragama Islam.

“Saya mengerti, tapi Anda juga harus paham bahwa ini adalah kawasan rawan kejahatan. Di sini sering terjadi pencurian. Saya manajer di sini. Jadi saya berhak menyuruh Anda meninggalkan toko ini,” jawab Jaime.

Tak berdaya, Safi pun dengan terpaksa keluar dari toko itu. Sebelum keluar dia mengucapkan, “semoga harimu diberkati.” Pernyataan yang sekali lagi dibalas penjaga toko dengan sinis. Mereka bahkan mengancam akan memanggil polisi untuk mengusirnya.

Kejadian tidak menyenangkan ini kemudian dilaporkan Safi ke kantor berita ABC 7. Dia menyatakan sangat tersinggung dan sedih.

“Ini adalah negara yang memberikan kebebasan beragama dan berbicara. Saya lahir dan dibesarkan di sini seumur hidup saya. Belum pernah saya pergi ke suatu tempat dan diperlakukan seperti ini,” tuturnya.

Perempuan bercadar itu mengatakan, “saya akan dengan senang hati duduk dan menceritakan padanya tentang keyakinan saya. Karena mungkin kalau dia mendengarnya, itu bisa membuka hatinya.”

Hingga saat ini, pemilik toko menolak untuk ditanyai oleh kantor berita setempat. Para pegawai bungkam seribu bahasa dan melimpahkan panggilan ke toko pusat, yakni Dollar Express. Akan tetapi, toko yang dimaksud juga tidak mau memberi komentar apapun terkait insiden ini.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini