Golkar Usung Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy pada Pilgub Banten

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 05 Agustus 2016 00:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 05 340 1455533 golkar-usung-pasangan-wahidin-halim-andika-hazrumy-pada-pilgub-banten-z7VBX7PZAB.jpg Andika Hazrumy (Okezone)

JAKARTA - DPP Partai Golkar menetapkan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah Banten. Penunjukan pasangan tersebut berdasarkan petunjuk Pelaksanan DPP Partai Golkar No Juklak-6/DPP/Golkar/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016 mengenai penetapan pasangan calon gubernur, bupati, dan wali kota dari Golkar.

Penunjukan pasangan yang akan bersaing memperebutkan posisi kepala daerah di Banten itu juga berdasarkan hasil rapat Tim Pilkada Pusat Partai Golkar pada 3 Agustus 2016.

"Hasil rapat Tim Pilkada Pusat Partai Golkar tanggal 3 Agustus 2016 yang membahas pemilihan dan penetapan pasangan calon kepala daerah Provinsi Banten dari Partai Golkar," bunyi keterangan yang didapat Okezone, Jumat (5/8/2016).

Dari informasi yang dihimpun, berdasarkan keputusan tersebut, Ketua DPD Golkar Banten diimbau untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pasangan calon Wahidin Halim-Andika Hazrumy untuk berkoalisi dengan partai politik lain.

(Baca Juga : Pilgub Banten Dimulai, Komisioner KPU: Hindari Konflik Kepentingan Kelompok)

Sekadar diketahui, diketahui Wahidin Halim merupakan anggota DPR yang berasal dari Partai Demokrat. Sementara Andika Hazrumy yang sebelumnya diwacanakan maju sebagai cagub Banten merupakan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Sebelumnya, DPD Golkar Banten sempat mewacanakan akan mengusung Andika yang merupakan anak Ratu Atut Chosiyah tersebut bersanding dengan Rano Karno dalam Pilgub Banten 2017.

Sementara itu, Gubernur Banten, Rano Karno mengajak seluruh elemen masyarakat Banten untuk menyukseskan pelaksanaan Pilgub Banten yang bakal dihelat pada 15 Februari 2017 dengan menjaga kondusivitas serta kebersamaan.

"Dalam pemilu, kemajemukan pandangan dan pilihan adalah perihal yang lumrah. Pemilu harus dipahami sebagai ruang kontestasi kebaikan, bukan ajang untuk saling memburuk-burukan," kata Rano Karno pada 'Launching Pilgub Banten 2017' di alun-alun Barat Kota Serang, beberapa waktu lalu.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini