nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Percepat Proses Administrasi, Pangkalpinang Terapkan E-Office

Arief Setyadi , Jurnalis · Minggu 07 Agustus 2016 14:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 07 340 1457285 percepat-proses-administrasi-pangkalpinang-terapkan-e-office-swLxhDsIEn.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Wali Kota Pangkalpinang, Muhammad Irwansyah melakukan gebrakan baru dengan menerapkan sistem E-Office untuk menata administrasi internal. Sistem tersebut dapat mempercepat proses administrasi kantor seperti surat menyurat.

"Ide ini muncul pada Oktober 2015, sebagai inovasi untuk urusan administrasi agar persoalan surat menyurat bisa berjalan dengan cepat tanpa terkendala tempat dan waktu," kata Irwansyah dalam siaran persnya, Minggu (7/8/2016).

Misalnya, sambung Irwansyah, surat yang masuk ke Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang bisa segera diproses dan tidak menumpuk lama. Pasalnya, surat bisa disposisikan hanya melalui ponsel.

Awalnya surat yang masuk ke Dinas Pendidikan di-scan lalu di-upload melalui aplikasi E-Office. Kemudian, staf administrasi mengirim surat tersebut ke bidang terkait.

Selanjutnya diteruskan kepada pimpinan masing-masing hingga Kepala Dinas Pendidikan. Bila ada revisi, maka surat tersebut akan dikembalikan oleh pimpinan dinas tersebut.

"Sehingga cepat dan bisa dilakukan di mana saja. Misalnya, saya sedang tugas ke Jakarta, Kabid saya ke Medan, lalu Kasie ke Palembang, tetap tidak masalah, pekerjaan tidak terhambat," ujarnya.

Irwansyah mengatakan, dengan diterapkan sistem tersebut di Dinas Pendidikan, ke depannya ia akan menerapkan sistem tersebut di semua dinas yang ada di Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Pemahaman tentang dunia internet sudah dilakukan di Pangkalpinang. Bahkan, semua sekolah negeri maupun swasta sudah tersambung dengan internet.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pangkalpinang, Edison Taher ada 178 sekolah di Pangkalpinang dari TK hingga SMA/SMK baik negeri maupun swasta yang sudah terhubung internet.

"Semua sekolah telah memanfaatkan koneksi internet yang disediakan Disdik. Baru Pangkalpinang yang seperti ini," kata Edison.

Edison mengatakan, dengan memanfaatkan internet, para siswa SMA/SMK mulai mengerjakan soal-soal melalui aplikasi pendidikan Edmodo, Seameo dan Seamolec. Di mana soalnya dibuat oleh guru-guru dari negara lain di ASEAN.

"Siswa kita bisa mengikuti. Artinya pelajar di Pangkalpinang tidak kalah dengan pelajar di ASEAN," ujarnya.

Inovasi tersebut membuat Dinas Pendidikan Pangkalpinang meraih rekor Muri pada 2010 sebagai pemrakarsa dan penyelenggara internet secara serentak dengan peserta terbanyak.

Pada 2014, penghargaan Anugerah Kihajar dari Kemendikbud untuk kategori implementasi terbaik dalam pendayagunaan TIK juga diraih Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pangkalpinang, Edison Taher ada 178 sekolah di Pangkalpinang dari TK hingga SMA/SMK baik negeri maupun swasta yang sudah terhubung internet.

 

"Semua sekolah telah memanfaatkan koneksi internet yang disediakan Disdik. Baru Pangkalpinang yang seperti ini," kata Edison.

 

Edison mengatakan, dengan memanfaatkan internet, para siswa SMA/SMK mulai mengerjakan soal-soal melalui aplikasi pendidikan Edmodo, Seameo dan Seamolec. Di mana soalnya dibuat oleh guru-guru dari negara lain di ASEAN. 

 

"Siswa kita bisa mengikuti. Artinya pelajar di Pangkalpinang tidak kalah dengan pelajar di ASEAN," ujarnya.

 

Inovasi tersebut membuat Dinas Pendidikan Pangkalpinang meraih rekor Muri pada 2010 sebagai pemrakarsa dan penyelenggara internet secara serentak dengan peserta terbanyak. 

 

Pada 2014, penghargaan Anugerah Kihajar dari Kemendikbud untuk kategori implementasi terbaik dalam pendayagunaan TIK juga diraih Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini