Imbas Erupsi Dukono, Bandara di Malut Masih Ditutup

ant, · Kamis 11 Agustus 2016 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 11 340 1460734 imbas-erupsi-dukono-bandara-di-malut-masih-ditutup-jhV426GSZR.jpg Gunung Dukono (Foto: halmaherautara.com)

TERNATE - Bandara Gamarmalamo di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) masih ditutup, pasca-otoritas setempat memperpanjang waktu larangan penerbangan dari dan ke bandara tersebut akibat meningkatnya aktivitas Gunung Dukono.

"Penutupan bandara diperpanjang sampai hari ini, jam 11.00 WIT, tetapi kalau aktivitas abu vulkanik Gunung Dukono meningkat, maka penutupan bandara tetap diperpanjang," kata Kasub Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Bandara Gamarmalamo, Salihin Ence ketika dihubungi dari Ternate, Kamis (11/8/2016).

Dia mengatakan, adanya angin ke arah utara barat laut menyebabkan abu vulkanik Gunung Dukono menyebar ke arah bandara dan sangat membahayakan keselamatan penerbangan pesawat.

Sedangkan, dari pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terhadap Gunung Dukono terlihat asap kawah gunung berwarna putih, kelabu, kecoklatan, dengan volume sedang sampai tebal.

Apalagi, tekanan udara terpantau lemah serta tinggi asap berkisar 600-900 meter dari puncak kawah ke arah utara barat laut.

Selain itu, berdasarkan laporan PVMBG, terdengar suara gemuruh dengan volume lemah, tremor juga terjadi terus-menerus dengan amplitudo maksimum dominan 4 hingga 26 mm sementara status tetap waspada level II.

Aktivitas vulkanik masih labil dan diperkirakan masih akan terus erupsi dalam beberapa hari ke depan. Dalam status tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Dukono atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Dukono.

Sebelumnya, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), membagikan masker dan mengingatkan kepada masyarakat tentang bahaya ISPA.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halut, Lexy Noya ketika dihubungi secara terpisah mengatakan, selama empat hari, sebanyak 12.000 lembar masker habis dibagikan kepada warga dan pengguna jalan raya yang melintas secara gratis.

Dia menyatakan, pembagian masker dipusatkan di lokasi strategis di sejumlah desa di kecamatan Tobelo Utara, Kecamatan Galela, kecamatan Galela Selatan dan kecamatan Galela Barat.

"Pembagian masker ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terhadap gangguan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan menggunakan masker akan mengurangi risiko terkena ISPA.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini