nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dengar Kesaksian Ibu Yuyun, Jaksa Menangis di Persidangan

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2016 15:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 08 11 340 1461044 dengar-kesaksian-ibu-yuyun-jaksa-menangis-di-persidangan-OSHpSoTPMf.jpg Polisi berjaga di luar ruang sidang anak PN Curup tempat berlangsungnya persidangan kasus pembunuhan Yuyun (Demon/Okezone)

BENGKULU - Sidang lanjutan kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun, siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Curup. Agendanya mendengar kesaksian kedua orangtua Yuyun berinisial Yn dan Ya.

Menurut pendamping keluarga almarhumah Yuyun dari Harapan Perempuan Women's Crisis Center (WCC) Rejang Lebong, Suhartini, keduanya memberikan kesaksian saat penemuan jenazah Yuyun. Jasad remaja itu ditemukan Darwan.

''Keterangan orangtua korban dan penemu pertama jenazah tidak ada memberikan keterangan keterlibatan terdakwa. Saksi hanya memberikan keterangan saat penemuan jenazah,'' kata Suhartini di PN Curup, Kamis (11/8/2016).

Ibu Yuyun sempat menangis saat bersaksi. Melihat saksi menangis, jaksa penuntut umum (JPU) bernama Novi pun ikut menangis sehingga sidang sempat diskors beberapa menit.

''Ibu korban sempat menangis. Melihat ibu korban menangis, JPU ikut menangis,'' ujar Suhartini.

Dalam sidang dipimpin Heny Farida dengan hakim anggota Hendri Sumardi dan Fakhrudin, kedua orangtua Yuyun dan Darwan dicecar sekira 20 pertanyaan. ''Semua pertanyaan dijawab semua oleh saksi,'' kata Suhartini.

Dalam sidang berlangsung tertutup, majelis hakim juga ikut menunjukkan barang bukti milik korban saat ditemukan seperti, pakaian, celana, serta bukti lainnya.

Terdakwa sendiri tidak membantah barang bukti yang ditunjukkan oleh majelis serta keterangan dari orangtua dan penemu jenazah korban. ''Keterangan saksi tidak ada disangkal oleh terdakwa,'' ujar Suhartini.

 (Baca juga: Didakwa Hukuman Mati, Lima Terdakwa Pemerkosa Yuyun Tak Ajukan Eksepsi)

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa berinisial Ja, Bahrul Fuadi mengatakan, dalam sidang itu keterangan saksi belum ada menunjukkan keterlibatan kiennya. ''Saksi hanya memberikan keterangan soal penemuan jenazah. Sekarang sidang diskors sementara untuk isoma,'' pungkas Bahrul.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini