nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khawatir Teror, Militer Berseliweran di Pantai Eropa

Silviana Dharma, Jurnalis · Selasa 16 Agustus 2016 20:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 16 18 1465438 khawatir-teror-militer-berseliweran-di-pantai-eropa-YnMqT93VH1.jpg Militer berseliweran di tempat wisata Eropa. (Foto: Getty)

MARAKNYA serangan teroris satu setengah tahun terakhir ini, sangat membekas dalam benak warga Eropa. Terlebih lagi bagi Prancis, mengingat sudah lebih dari tiga kali mereka diteror.

Pertama, penembakan kelompok teroris ISIS di kantor berita satir Charlie Hebdo pada Januari tahun lalu. Berlanjut yang memakan korban paling banyak, 130 orang tewas dalam teror Paris 13 November 2015. Kemudian yang terakhir, adalah penabrakan brutal di Nice yang menewaskan lebih dari 84 orang. Semua terjadi di tempat ramai, saat orang banyak berkumpul. Kecuali di Charlie Hebdo, yang merupakan aksi pembalasan dendam atas karikatur yang dianggap menghina Islam.

Tidak hanya di Prancis, suasana mencekam yang sama juga merebak ke negara-negara terdekatnya. Italia dan Spanyol menjadi dua negara yang paling merasakan betul kekhawatiran ini. Saat Nice dilanda teror, kedua negara ini langsung menutup perbatasan dengan Prancis.

Setelah lewat beberapa bulan, faktanya situasi darurat itu masih berlangsung. Diwartakan Express, Selasa (16/8/2016), guna mencegah teror berulang dan memakan banyak korban, pasukan militer kini dikerahkan ke lokasi-lokasi wisata.

Sehingga merupakan hal yang sangat tidak asing saat ini, melihat militer berseliweran di antara para wisatawan. Penjagaan yang cukup tersoroti, salah satunya di daerah pantai. Bagi Prancis, negaranya masih dalam situasi darurat nasional. Sementara bagi Italia dan Spanyol, mereka bermaksud mencegah kebangkitan kaum ekstremis dan teroris internasional di negaranya.

Terkait penjagaan ketat ini, Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve menjelaskan, patroli juga secara rutin dilakukan di pusat-pusat bisnis, tempat berlibur yang paling sering dikunjungi, situs-situs ziarah dan tempat ibadah yang berpotensi disasar teroris.

Di Spanyol, penjagaan terutama dipusatkan di tempat wisata yang paling banyak dikunjungi turis Inggris. Contohnya di Costa Brava dan Costa del Sol.

Hal yang sama juga dilakukan otoritas Italia. Lebih dari 42 ribu polisi dan angkatan bersenjata Guardia Civil berjaga di jalan-jalan ibu kota dan sekitar air mancur Lazio. Tidak ketinggalan, agen polisi berpakaian preman juga akan disebar untuk menjaga keamanan warga negaranya.

Di tempat lain, helikopter polisi dan unit angkatan laut dilaporkan akan berpatroli di Sungai Tiber. Perlintasan air ini menjadi salah satu yang melalui jantung ibu kota Negeri Piza.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini