nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerebek Panti Pijat Plus-Plus, Tiga Terapis Diamankan

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 16 Agustus 2016 18:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 08 16 519 1465451 gerebek-panti-pijat-plus-plus-tiga-terapis-diamankan-zEcvUPfI2R.jpg Terapis bersama pemilik dan tamu panti pijat saat diamankan petugas ()

SURABAYA – Panti pijat yang terletak di Jalan Ngagel, Surabaya digerebek anggota Satreskrim Polrestabes setempat. Pasalnya, tempat yang melayani tamu untuk pijat tradisional ini telah disalahgunakan menjadi tempat prostitusi atau pijat plus-plus.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan tiga terapis yang masing-masing berinisial JA (33), KK (45) dan HR (39).

Selain itu, polisi juga menangkap pemilik panti pijat yang bernama Ningsih (51), warga Jalan Taman Puspa, Sidoarjo, Jawa Timur. Petugas juga mengamankan tiga tamu yang sedang pijat.

“Untuk tiga terapis statusnya korban. Sedangkan untuk tiga tamu lelaki statusnya sebagai saksi. Kami menetatapkan tersangka pada pemilik panti pijat yakni Ningsih,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Selasa (16/8/2016).

Menurut Shinto, penggerebekan panti pijat plus-plus berawal laporan dari masyarakat. Warga menyebutkan bahwa Panti Pijat Antika telah disalahgunakan fungsinya. Sebab, selain melayani tamu untuk pijat tradisional, juga melayani pijat plus-plus.

“Lalu anggota melakukan penggerebekan pada panti pijat itu Senin sore kemarin. Ternyata, laporan dari masyarakat benar. Dari lokasi, petugas menyita sebuah handuk dan uang tunai sebesar Rp900 ribu,” ungkapnya.

Sesuai hasil pemeriksaan, sambung Shinto, para terapis mematok harga Rp300 ribu setiap pijat plus-plus. Kemudian Rp100 ribu disetorkan pada tersangka, sedangkan terapisnya mendapat bagian Rp200 ribu.

‪“Tersangka akan dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan atau 506 KUHP. Adapun ancaman hukumannya paling lama satu tahun empat bulan,” pungkas dia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini