nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Remaja Putri Indonesia Wujudkan Mimpi Jadi Pilot

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2016 09:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 16 65 1465525 cerita-remaja-putri-indonesia-wujudkan-mimpi-jadi-pilot-S8USn8YySq.jpg Naomi Eldisa. (ist.)

JAKARTA - Berprofesi menjadi pilot banyak dicita-citakan oleh setiap pelajar. Hal ini juga dialami oleh Naomi Aldisa. Meski seorang perempuan, Naomi tak tanggung-tanggung meraih mimpinya. Ia bahkan rela untuk masuk sekolah pilot sampai ke Selandia Baru.

Gadis berusia 19 tahun itu kini tercatat sebagai mahasiswa di Eagle Flight Training Ltd - The Aviation School of New Zealand, Auckland, Selandia Baru. Pilihan tersebut didasari oleh minatnya di bidang aviasi serta untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pilot.

"Saya bersekolah di Selandia Baru karena saya dengar negara ini adalah salah satu tempat teraman untuk hidup. Penduduknya juga ramah," ujarnya.

Impian Naomi memang sedikit berbeda dari remaja Indonesia pada umumnya. Bagi anak kedua dari empat bersaudara tersebut, profesi sebagai pilot sangat menantang. Pasalnya, pilot memegang tanggung jawab pada kepercayaan, termasuk keselamatan seluruh penumpang.

"Saya juga suka berwisata sehingga untuk menjadi pilot saya tahu bahwa mereka harus bertanggung jawab dengan kepercayaan penumpang yang sudah diberikan," sebutnya.

Memutuskan sekolah pilot di Selandia Baru, Naomi pun harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Dia menceritakan, di hari pertama sekolah, dara kelahiran 16 Mei 1997 ini menyempatkan waktu untuk melihat-lihat tempat-tempat di sekitarnya agar tidak bingung ketika beraktivitas.

"Ada penasihat dari sekolah dan juga instruktur yang sangat ramah. Mereka semua bersikap seperti teman", terangnya.

Selama menjalani studi, Naomi tinggal di asrama. Tak disangka, kedatangannya disambut hangat oleh pemilik asrama. Naomi pun berinteraksi dengan teman-temannya dan menjalin persahabatan yang akrab.

"Mereka bersahabat dan peduli terhadap saya. Saya pergi ke gereja setiap minggu dan mereka memiliki komunitas pemuda Indonesia. Baik pemilik asrama maupun komunitas mendorong saya untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan dan kehidupan di Selandia Baru," tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini