Pria Pakistan Jagal Istri Kedua, 15 Tahun Setelah Bunuh Istri Pertama

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 18 Agustus 2016 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 18 18 1467182 pria-pakistan-jagal-istri-kedua-15-tahun-setelah-bunuh-istri-pertama-yktQE2HtwQ.jpg Ilustrasi. Pembunuhan. (Foto: dok. Okezone)

KARACHI – Pembunuhan atas nama kehormatan kembali terjadi di Pakistan. Kali ini kasus mengerikan itu datang dari Karachi. Seorang suami membunuh istrinya dua kali karena memergokinya selingkuh.

Pria berusia 50 tahun dijebloskan ke penjara, setelah membunuh istri keduanya. Insiden itu terjadi tepat pada peringatan 15 tahun pembunuhan istri pertamanya yang sudah memberikannya tiga anak.

“Istri saya memiliki hubungan gelap dengan lelaki lain. (Jadi) saya tidak malu dengan perbuatan saya. Dia sudah diperingati berulang kali, tetapi tidak paham juga. Saya bahkan memperingatkan sekali lagi, malam sebelum saya membunuhnya,” kata pria yang menduda dua kali itu, seperti disitat dari Independent, Kamis (18/8/2016).

Istri keduanya yang berusia 30 tahun berteriak kencang saat suaminya hendak menjagal lehernya. Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar pun berlari keluar rumah. Setelah mengatahui apa yang terjadi, mereka memukuli si suami yang kejam itu sebelum diamankan oleh polisi setempat.

Inspektur Taj Muhammad Wasan menuturkan, pria ini sebelumnya juga pernah dipenjara karena kasus serupa. “Dia membunuh istri pertamanya yang merupakan anak perempuan pamannya, dari garis keturunan ibunya. Kali ini dia memberikan alasan membunuh yang sama,” jelas polisi tersebut.

Amnesty International, lembaga nirlaba yang berfokus pada isu HAM, sebulan yang lalu telah meminta Pemerintah Pakistan untuk menghapuskan kekebalan hukum bagi mereka yang menghabisi nyawa orang lain demi menjaga kehormatan keluarga. Hukum di Pakistan selayaknya diubah dan sanksi pembunuhan karena alasan tersebut diberatkan. Jangan dengan mudah, pelakunya bisa mendapat maaf.

Tercatat, hampir 1.100 perempuan di Pakistan dibunuh oleh kerabatnya sendiri dalam setahun terakhir. Alasannya diyakini sama, yakni demi menjaga kehormatan keluarga. Beberapa dari mereka meninggal karena dibakar, setelah memilih kawin lari dengan pasangan yang tidak direstui keluarganya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini